Ads Top


Diet Ibu Hamil Justru Meningkatkan Risiko Obesitas Pada Anak

Belakangan, pemahaman tentang kesehatan mulai meningkat diantaranya dalam hal diet ibu hamil dan menyusui. Sebenarnya, komposisi diet saat kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan anak nantinya, menyebabkan keturunan menjadi gemuk. Diet saat ini dianggap penting, terutama pada wanita yang takut akan kelebihan berat badan atau diabetes Gestasional ibu hamil

Studi ini berdasarkan sebuah penelitian baru yang dikerjakan The Scripps Research Institute (TSRI) akhir tahun 2016, diterbitkan dalam jurnal American Physiological Society. Ilmuwan TSRI telah bekerjasama dengan University of Alabama, Medical Center of East Orange New Jersey, dan Rutgers University. Studi akhir ini menjelaskan bahwa diet ibu hamil yang sering dilakukan wanita untuk mengatur generasi berikutnya akan berdampak pada obesitas seumur hidup. 

Diet Ibu Hamil, Risiko Obesitas Anak


Penemuan ini didasarkan pada dua model tikus, salah satunya dibesarkan secara selektif agar tidak mengalami obesitas dengan cara diet tinggi, dan model lainnya dibesarkan dengan cara sangat rentan obesitas. Masing-masing kelompok diberi makanan diet dengan kandungan lemak yang sama, lemak jenuh, karbohidrat, dan protein, makanan umum yang dikonsumsi wanita hamil atau lemak yang lebih rendah.

Diet Ibu Hamil


Dari hasil penelitian, kelompok yang diberi diet ibu hamil ala wanita Amerika dalam beberapa minggu menjelang kehamilan, selama kehamilan, dan saat menyusui, memiliki keturunan lebih rentan terhadap obesitas saat kelahiran, obesitas memasuki masa remaja sampai dewasa. Hal ini terjadi ketika ibu hamil tidak makan berlebihan dan mempertahankan berat badan atau diet ketat. Padahal dalam penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa ibu hamil yang kelebihan berat badan kemungkinan besar memiliki keturunan gemuk, sangat bertentangan dengan temuan kali ini.

Diet ibu hamil dengan pola yang dilakukan wanita tampaknya menggerakkan program metabolik yang berlangsung sepanjang kehidupan. Meskipun tubuh bayi tampak ramping selama masa pubertas, mereka masih menunjukkan tingkat metabolisme basal yang lebih rendah dan asupan makanan bergizi tinggi selama waktu itu. Hal ini yang bisa menyebabkan kembalinya obesitas pada pertengahan masa dewasa, terlihat ketika anak-anak mulai berjalan dan percepatan pertumbuhan.

Peningkatan kadar beberapa molekul seperti insulin dan hormon yang disebut Leptin dan Adiponektin, hormon ini dapat berfungsi sebagai biomarker awal untuk mendeteksi risiko obesitas. Pertanda ini setidaknya bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya diet ibu hamil sebelum dan sesudahnya. 

Beberapa wanita hamil sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan berusaha menjaga diet gula sepanjang hari, tapi banyak yang tidak berhasil. Tidak hanya diet ibu hamil, diet ayah juga penting dan terlihat dari sifat Epigenetik. Mekanisme epigenetik akan mengontrol bagaimana gen aslinya sehingga mempengaruhi risiko obesitas pada anak. Sehingga sangat penting menjaga nilai gizi untuk seorang ayah sebelum berencana kehamilan.

Referensi

  • ‘Western’ Maternal Diet Appears to Raise Obesity Risk in Offspring, by Scripps Research Institute, 13 December 2016.
  • Maternal Western diet increases adiposity even in male offspring of obesity-resistant rat dams: early endocrine risk markers. American Journal of Physiology - Regulatory, Integrative and Comparative Physiology, 2016; 311 (6): R1045 DOI: 10.1152/ajpregu.00023.2016

Tidak ada komentar: