Ads Top

Nyeri Di Bahu Dan Sendi, Ciri Gejala Penyakit Jantung

Banyak orang mengalami nyeri di bahu dan sendi biasanya disebabkan oleh lemak di saluran pembuluh darah, salah satunya kolestrol. Adapula yang merasakan nyeri bahu dan sendi ketika memasuki perubahan suhu udara yang terlalu dingin. Selain faktor diatas, gejala resiko penyakit jantung juga cenderung memiliki masalah dibahu termasuk nyeri sendi. 

Nyeri Di Bahu Dan Sendi

Permasalahan nyeri di bahu dan sendi secara tradisional sering dianggap biasa dan tidak penting. Beberapa orang menganggapnya sebagai kelelahan, tetapi faktor usia dan jenis pekerjaan yang dikerjakan tidak mungkin menyebabkan masalah pada bahu. Misalnya pekerja kantor dan pengendara sales, tidak banyak menekan fisik dibanding pekerja kasar dan buruh pabrik. Umumnya orang menyembuhkannya dengan pijatan dan terapi, atau menganggap nyeri ini sebagai asam urat dan kolestrol tinggi. Tetapi kemungkinan besar, orang yang memiliki gejala seperti ini beresiko penyakit jantung.

Nyeri Di Bahu Dan Sendi


Studi ini memperkuat kemungkinan adanya hubungan antara risiko jantung dan masalah nyeri di bahu dan sendi. Tetapi ilmuwan tetap menindaklanjuti melalui studi prospektif untuk membuktikan sebab dan akibatnya. Para ilmuwan menyarankan, mengendalikan tekanan darah dan menjauhi penyebab faktor risiko jantung lainnya bisa meringankan nyeri bahu. Gejala penyakit jantung disertai nyeri pada bahu telah dibuktikan oleh ilmuwan University of Utah Health Sciences. Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine, akhir tahun 2016.

Menurut Profesor Kurt Hegmann, jika seseorang memiliki masalah nyeri di bahu dan sendi merupakan tanda-tanda adanya risiko penyakit jantung. Rasa nyeri di bahu sering disebabkan otot dan tendon yang mengelilingi pundak. Penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa orang yang memiliki peningkatan risiko penyakit jantung cenderung mengalami masalah Carpal Tunnel syndrome, Achilles tendinitis, dan tennis elbow, dan gangguan muskuloskeletal.

Ilmuwan menganalisa peserta yang memiliki faktor risiko penyakit jantung termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penderita diabetes. Mereka yang mengalami penyakit ini kemungkinan besar memiliki masalah pada bahu. Dari 36 peserta yang memiliki nyeri di bahu berisiko 4,6 kali lebih mungkin beresiko penyakit jantung. Dan hampir enam kali lebih mungkin memiliki masalah pada sendi-sendi bahu atau Tendinopathy. Sementara peserta dengan risiko jantung tingkat menengah 1-3 kali lebih mungkin memiliki masalah bahu. 

Tampaknya nyeri di bahu dan sendi juga disebabkan oleh tekanan pada fisik seperti kelelahan bekerja. Ilmuwan juga melibatkan sekitar 1226 buruh terampil yang bekerja di produsen airbag, pemotong daging, dan buruh kasar lainnya. Tetapi pekerjaan yang mereka lakukan tidak menandakan adanya resiko penyakit jantung. 

Referensi

Tidak ada komentar: