Ads Top

Cara Mencegah Osteoporosis, Tulang Keropos Pada Wanita

Kaum wanita umumnya sering mengalami masalah dan bagaimana cara mencegah osteoporosis pada wanita, apa saja makanan yang baik untuk mencegah tulang keropos? Program diet makanan anti-inflamasi yang cenderung ditemukan dalam sayuran hijau, buah-buahan, ikan dan biji-bijian, ternyata bisa meningkatkan kesehatan tulang dan mencegah patah tulang pada beberapa wanita.

cara mencegah osteoporosis pada wanita

Beberapa ilmuwan telah mengkaji data dari Women's Health Initiative untuk membandingkan tingkat elemen inflamasi dalam diet. Mereka menganalisis kepadatan mineral tulang dan patah tulang, serta menemukan hubungan antara makanan dan kesehatan tulang. Penelitian ini dikerjakan oleh Tonya Orchard, seorang asisten profesor nutrisi di The Ohio State University, dan diterbitkan dalam Journal Bone dan Mineral Research.

Cara Mencegah Osteoporosis


Ilmuwan menemukan bahwa kelompok wanita dengan diet inflamasi telah kehilangan kepadatan tulang kurang selama enam tahun, terlepas dari fakta bahwa kepadatan keseluruhan tulang dianggap rendah. Selain itu, diet dengan potensi inflamasi rendah tampaknya sesuai dengan risiko patah tulang pinggul yang lebih rendah di antara salah satu subkelompok. Subkelompok ini terdiri dari wanita kulit putih pasca-menopause yang usianya lebih muda dari 63 tahun.

Menurut mereka, kesehatan tulang wanita bisa mendapatkan keuntungan ketika memilih program diet tinggi lemak, makanan yang baik untuk mencegah tulang keropos. Biasanya diet ini diperoleh dengan cara mengkonsumsi tanaman dan biji-bijian. Penelitian ini bersifat observasional, sehingga tidak mungkin secara definitif dihubungkan dengan pola diet dan hasil kesehatan tulang serta fraktur. Rebecca Jackson mengatakan, temuan ini justru mendukung bukti-bukti bahwa faktor peningkatan peradangan dapat meningkatkan risiko tulang keropos dan bagaimana cara mencegah osteoporosis.

Cara Mencegah Osteoporosis,sayuran hijau
Makanan pencegah tulang keropos
Dengan melihat pola makan penuh nutrisi, penelitian ini memberikan dasar untuk mempelajari bagaimana cara mencegah osteoporosis melalui interaksi komponen makanan. Sehingga memberikan manfaat lebih baik dan memberikan informasi kesehatan serta pilihan gaya hidup perempuan. Studi sebelumnya telah menghubungkan penanda inflamasi tingkat tinggi dalam darah, tulang keropos dan patah tulang pada wanita yang lebih tua dan laki-laki. Mereka menemukan sebuah langkah yang merekomendasikan pilihan makanan diet berkontribusi terhadap peradangan dalam tubuh.

Diet inflamasi telah dikembangkan untuk menilai kualitas makanan diet secara maksimal untuk menghindari inflamasi minimal berdasarkan nutrisi yang dikonsumsi, sehingga setiap orang dapat terbantu mencapainya. Data peserta ini terdiri dari usia 50 hingga 79 tahun sejak tahun 1993-1998. Mereka terdaftar dalam penelitian pencegahan dan pengendalian penyakit umum yang berdampak wanita yang lebih tua. Data ini meliputi 160,191 perempuan dan skor peradangan berdasarkan 32 komponen pola makan dalam tiga bulan sebelum terdatar. Dari data 10,290 perempuan terpilih, ilmuwan menemukan korelasi antara diet tinggi-inflamasi dan patah tulang pada wanita kulit putih muda. 

Menurut mereka, hampir 50 persen perempuan beresiko mengalami patah tulang pinggul pada wanita Kaukasia yang lebih muda dari usia 63 tahun. Bukti ini menunjukkan bahwa diet makanan inflamasi dianggap sangat penting dalam mengurangi risiko patah tulang pinggul pada wanita yang lebih muda.

Wanita dengan diet makanan tinggi-inflamasi memiliki kepadatan mineral tulang yang lebih rendah secara keseluruhan. Perempuan dengan diet makanan yang baik untuk mencegah tulang keropos tidak mengalami osteoporosis secara cepat dengan diet tinggi-inflamasi. Hal ini dianggap sangat penting karena setelah menopause wanita akan mengalami penurunan drastis kepadatan tulang, sehingga rentan mengalami patah tulang.

Referensi

  • Dietary Inflammatory Index, Bone Mineral Density and Risk of Fracture in Postmenopausal Women: Results from the Women's Health Initiative. Journal of Bone and Mineral Research, 2016; DOI: 10.1002/jbmr.3070
  • Anti-inflammatory diet could reduce risk of bone loss in women, 26 January 2017, by Ohio State University.

Tidak ada komentar: