Ads Top

Cara Mengobati Alergi Kacang Dan Telur Pada Anak Balita

Beberapa waktu lalu panduan klinis diterbitkan untuk membantu penyedia layanan kesehatan yang menerangkan cara mengobati alergi kacang dan telur, dan pengenalan makanan bayi untuk mencegah perkembangan alergi kacang tanah. Pedoman untuk pencegahan alergi kacang dan telur disponsori oleh Allergy and Infectious Diseases (NIAID), bagian dari National Institutes of Health. 

Cara Mengobati Alergi Kacang Dan Telur, Anak Balita

Panduan ini menjelaskan tiga pedoman terpisah untuk bayi dengan berbagai tingkat risiko perkembangan alergi kacang. Pedoman ditargetkan ke berbagai penyedia layanan kesehatan, termasuk dokter anak dan dokter praktek keluarga. Untuk sementara pedoman cara mengobati alergi kacang dan telur diberlakukan di wilayah Amerika Serikat, kemungkinan besar akan menjadi dasar pencegahan alergi diseluruh dunia.

Cara Mengobati Alergi Kacang Dan Telur


Pada tahun 2015, NIAID membentuk komite yang mewakili 26 organisasi profesional, kelompok advokasi dan badan-badan federal yang secara khusus menangani pencegahan alergi kacang. Komite koordinasi terdiri dari 26 orang spesialis dari berbagai bidang kesehatan klinis, ilmiah dan publik yang relevan. Mereka meninjau secara literatur beberapa penelitian pencegahan alergi makanan dan mengutip pendapat ahli untuk mempersiapkan draft pedoman. Pedoman ini tersedia di situs NIAID dapat diakses publik dari 4 Maret hingga 18 April 2016. 

Alergi kacang dan telur dianggap sebagai masalah kesehatan yang berkembang dan tidak ada obatnya. Balita dan pengasuhnya yang mengalami alergi kacang, harus waspada terhadap makanan dan lingkungan untuk menghindari reaksi alergi. Alergi ini bahkan bisa terlihat parah dan mengancam jiwa. Alergi cenderung berembang di masa kanak-kanak dan bertahan sampai dewasa. Tetapi menurut penelitian terbaru menunjukkan bahwa memperkenalkan makanan yang mengandung kacang ke dalam program diet selama masa bayi dapat mencegah perkembangan alergi kacang dimasa mendatang. Berikut pedoman yang bisa diterapkan pada anak balita:
  1. Pedoman pertama tentang cara mengobati alergi kacang dan telur, berfokus pada bayi yang dianggap berisiko tinggi mengembangkan alergi kacang. Di usia ini mereka sudah menderita eksim parah, alergi telur, atau bahkan keduanya. Para ahli merekomendasikan bahwa bayi seperti ini harus diberi makanan yang mengandung kacang ke dalam diet mereka sejak usia 4 sampai 6 bulan. 
  2. Pengenalan makanan kacang untuk mengurangi risiko pengembangan alergi kacang pada balita. Orang tua dan pengasuh harus memeriksa penyedia layanan kesehatan bayi sebelum memberi makanan mengandung kacang. Lakukan tes darah alergi atau mengirim bayi ke spesialis untuk tes lain, seperti tes tusuk kulit atau tantangan pemberian makanan. Hasil tes ini akan membantu untuk memutuskan, apakah kacang dan telur aman diberikan ke dalam makanan diet bayi.
  3. Pedoman kedua tentang cara mengobati alergi kacang dan telur menjelaskan eksim ringan atau sedang. Balita dalam kondisi ini harus diberi makanan yang mengandung kacang. Makanan ini diperkenalkan ke dalam diet mereka sekitar usia 6 bulan untuk mengurangi risiko alergi kacang. 
  4. Pedoman ketiga, bayi tanpa eksim atau alergi makanan diberikan makanan mengandung manfaat kacang secara bebas ke dalam diet mereka.

Sebenarnya, alergi kacang dapat dicegah dengan pengenalan makanan yang mengandung kacang. Hasil uji klinis pada Februari 2015 yang lalu melibatkan 600 bayi menjelaskan bahwa, konsumsi kacang secara teratur dimulai pada masa bayi dan berlanjut sampai usia 5 tahun akan menyebabkan pengurangan perkembangan alergi kacang pada bayi sekitar 81 persen. Tetapi sebaliknya ilmuwan menganggap hal ini berisiko tinggi karena ada sebagian bayi sudah menderita eksim parah, alergi telur, atau keduanya. 

Menurut ilmuwan, hidup dengan alergi kacang memerlukan kewaspadaan konstan. Mencegah perkembangan alergi kacang akan meningkatkan dan menyelamatkan nyawa serta biaya perawatan kesehatan yang lebih rendah. Implementasi dengan memberikan cara mengobati alergi kacang dan telur dalam pedoman yang diberikan kepada penyedia layanan kesehatan akan mencegah perkembangan alergi kacang pada anak yang rentan. Pada akhirnya pedoman ini akan mengurangi resiko alergi kacang dimasa mendatang.

Referensi 

  • Referensi ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah "Guidelines for the Diagnosis and Management of Food Allergy in the United States: Report of the NIAID-Sponsored Expert Panel". Journal of Allergy and Clinical Immunology, 2017 DOI: 10.1016/j.jaci.2016.10.010
  • NIH-Sponsored Expert Panel Issues Clinical Guidelines to Prevent Peanut Allergy, January 2017, by NIH/National Institute of Allergy and Infectious Diseases. 
  • Baby eating baby food, image courtesy of Wikimedia Commons

Tidak ada komentar: