Ads Top

Obat Kanker Kulit Melanoma Maligna Telah Ditemukan

Saat ini, kekhawatiran orang semakin meningkat untuk mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan medis dan obat kanker kulit melanoma maligna. Baru-baru ini para ilmuwan medis dari Michigan State University telah menemukan senyawa kimia dan obat baru yang dianggap sangat potensial untuk mengurangi penyebaran sel melanoma hingga 90 persen. Pemuan molekul kecil untuk mengobati kanker kulit diterbitkan dalam jurnal Molecular Cancer Therapeutics.

Obat Kanker Kulit Melanoma Maligna

Obat yang dibuat ilmuwan berupa molekul kecil akan digunakan sebagai bahan obat yang siap dipasarkan. Data memperkirakan sekitar 10,000 orang meninggal dunia setiap tahun akibat penyakit kanker melanoma. Obat akan membantu dan sangat efektif dalam memerangi kanker kulit melanoma yang mematikan. 

Obat Kanker Kulit Melanoma Maligna


Senyawa molekul kecil yang dibuat ilmuwan bisa menghasilkan molekul RNA dan protein tertentu dalam tumor melanoma. Aktivitas gen menyebabkan penyakit menyebar tetapi senyawa buatan ini akan menutupnya. Dan sekarang, senyawa lain semacam ini telah mampu mencapai proses yang sama seperti ini. Melanoma maligna merupakan kanker berbahaya, diperkirakan 76,000 kasus baru melanoma setiap tahunnya terjadi di Amerika Serikat. Penyakit ini berakibat fatal karena dapat menyebar ke seluruh tubuh sangat cepat dan menyerang organ penting seperti otak dan paru-paru.

Ilmuwan telah berhasil mengembangkan molekul kecil yang dapat memblokir aktivitas gen yang bekerja sebagai mekanisme signaling, dimana aktifitas ini dianggap penting dalam perkembangan melanoma. Senyawa kimia sebenarnya merupakan salah satu produk yang berpotensi mengobati penyakit Scleroderma. Dan sekarang telah dikembangkan sehingga sangat efektif untuk obat kanker kulit melanoma maligna.

Scleroderma adalah salah satu jenis penyakit Autoimun yang langka dan sering fatal. Penyakit ini menyebabkan pengerasan pada jaringan kulit, serta organ-organ penting seperti paru-paru, jantung dan ginjal. Bahkan mekanisme yang sama dengan melanoma maligna yang menghasilkan fibrosis, atau penebalan kulit. Para ilmuwan saat ini meyakini bahwa Scleroderma juga menjadi biang penyebaran kanker kulit melanoma maligna.

Ilmuwan medis telah menemukan senyawa yang mampu menghentikan protein yang dikenal sebagai faktor transkripsi. Faktor ini berhubungan Myocardin atau MRTFs, memulai dari proses transkripsi gen dalam sel melanoma. Kemudian protein pemicu awal diaktifkan oleh protein lain yang disebut RhoC, atau Ras homologi C. Protein ini ditemukan di jalur sinyal yang dapat menyebabkan penyakit agresif menyebar dalam tubuh.

Senyawa yang diciptakan ilmuwan sebagai obat kanker kulit akan mengurangi migrasi sel melanoma dengan tingkat keberhasilan mencapai 85 hingga 90 persen. Pengujian obat ini sangat potensial mengurangi tumor khusus pada paru-paru tikus yang telah disuntik dengan sel melanoma manusia. Sel melanoma utuh digunakan sebagai inhibitor kimia sehingga memungkinkan untuk menemukan senyawa yang dapat memblokir di sepanjang jalur RhoC.

Kemampuan memblokir seluruh jalur RhoC memungkinkan ilmuwan untuk menemukan MRTF protein signaling sebagai target baru. Sehingga digunakan sebagai langkah berikutnya dalam pengembangan senyawa kimia dan menentukan pasien mana yang bisa merasakan manfaat obat kanker kulit melanoma. Efek dari senyawa kimia buatan akan mematikan pertumbuhan sel melanoma dan perkembangannya ketika jalur RhoC diaktifkan. Hal ini bisa mencari aktivasi protein MRTF sebagai biomarker untuk menentukan risiko, terutama bagi pasien di tahap awal kanker kulit melanoma maligna. Menurut ilmuwan, jika penyakit ini terdeteksi lebih awal, kemungkinan kematian hanya 2 persen. Jika tidak, resiko kematian bisa mencapai 84 persen.

Referensi

  1. Promising new drug stops spread of melanoma by 90 percent, 04 Januari 2017, by Michigan State University. 
  2. Pharmacological inhibition of Myocardin-related transcription factor pathway blocks lung metastases of RhoC overexpressing melanoma. Molecular Cancer Therapeutics, 2016; DOI: 10.1158/1535-7163.MCT-16-0482

Tidak ada komentar: