Ads Top

Obat Kanker Usus Menggunakan Kulit Anggur Merah


Penyakit kronis memang dikenal sulit disembuhkan, tetapi sebenarnya manfaat kulit anggur merah dapat digunakan sebagai obat kanker usus. Menurut penelitian, Resveratrol sebagai zat kimia yang ditemukan dalam anggur merah ternyata lebih efektif dalam dosis yang lebih kecil untuk mencegah kanker usus. Temuan manfaat kulit anggur merah untuk kanker usus pernah diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine.

Obat Kanker Usus, Anggur Merah

menurut ilmuwan, dosis tinggi resveratrol dimurnikan terlebih dahulu untuk mempelajari potensi pencegahan kanker. Penelitian ini dianggap yang pertama kali untuk melihat efek dari dosis rendah yang diberikan secara harian. Dosis rendah resveratrol setara dengan 250 ml, atau segelas anggur merah.

Resveratrol, Obat Kanker Usus


Pengujian pada kanker usus diberikan dosis yang lebih kecil menunjukkan penurunan 50 persen per ukuran tumor, sedangkan dosis tinggi menurun 25 persen. Dosis resveratrol yang lebih rendah dua kali lebih efektif untuk menghentikan pertumbuhan tumor. Meskipun sebenarnya pengujian ini hanya terlihat pada hewan yang diberi diet tinggi lemak.

Sampel tumor pasien kanker usus diberikan dosis resveratrol yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa dosis lebih rendah bisa masuk ke dalam sel-sel kanker dan berpotensi mempengaruhi proses yang terlibat dalam pertumbuhan tumor. 

Resveratrol merupakan bahan kimia yang terjadi secara alamiah yang biasanya ditemukan dalam kulit anggur dan tanaman lainnya. Penelitian laboratorium menjelaskan bahwa kimia ini memiliki sifat anti-kanker, meskipun percobaan manusia harus dicampur. Penelitian ini telah membuka jalan baru, dimana peran resveratrol yang dimurnikan digunakan untuk obat kanker usus. Tetapi penelitian menunjukkan kemungkinan efektif hany untuk orang dengan genetik khusus, gaya hidup dan diet tertentu.

Profesor Karen Brown mengatakan, penelitian ini merupakan yang pertama kalinya, bahwa dosis rendah resveratrol mungkin lebih baik untuk digunakan sebagai obat kanker usus daripada menggunakan dosis tinggi. Hal yang sama berlaku untuk bahan kimia dan vitamin yang berasal dari tumbuhan lain, juga sedang dipelajari untuk pencegahan kanker. Penelitian tahap berikutnya menguji secara klinis, apakah resveratrol memiliki efek yang sama pada orang yang berisiko tinggi kanker usus. 

Tetapi, bukan berarti minum anggur merah mengurangi risiko kanker, kebiasaan ini sama seperti minum alkohol yang justru meningkatkan kemungkinan terserang penyakit. Anda tidak dapat memisahkan resveratrol dari alkohol, justru akan berhadapan dengan risiko kanker terkait dengan alkohol.

Referensi

  • Cancer chemoprevention: Evidence of a nonlinear dose response for the protective effects of resveratrol in humans and mice. Science Translational Medicine, 2015; 7 (298): 298ra117 DOI: 10.1126/scitranslmed.aaa7619
  • Commercial vineyards have planted more than one million, image courtesy of Wikimedia Commons


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.