Ads Top


Terapi Anti-Penuaan, Manfaat Dan Efek Samping Peremajaan Sel

Baru-baru ini, para ilmuwan meyakini bahwa terapi Anti-Penuaan dengan menghapus sel-sel tua (sel pikun dengan respon kerusakan persisten) secara alami berakumulasi dengan usia, bisa menumbuhkan kembali rambut, berjalan lebih cepat, dan meningkatkan fungsi organ tubuh. Penelitian ini dikerjakan oleh ilmuwan Erasmus University Medical Center Belanda, menguji bagaimana sel manusia agar tetap awet muda tanpa penuaan, pada sampel seekor tikus. Saat ini, ilmuwan berencana membuka peluang investor berdasarkan penemuan senyawa anti-penuaan untuk dikembangkan. 

Terapi Anti-Penuaan

Metode penghapusan sel pikun pertama kali ditemukan pada tahun 1960. Kemudian dikembangkan kembali pada tahun 2010-an sebagai pilihan terapi untuk memerangi penuaan. Sel-sel ini ditangkap secara permanen dan terakumulasi dalam jaringan dewasa. Beberapa diantaranya menyebabkan faktor yang berbahaya bagi fungsi jaringan dan merusak sel-sel lainnya. Kemudian ilmuwan menguji sebuah model dimana sekresi kronis yang menjadi faktor pro-inflamasi oleh sel pikun akan membuat sel sekitarnya seperti permanen. 


Terapi Anti-Penuaan


Terapi Anti Aging bisa mencegah jaringan penuaan dan telah digunakan sejak lama. Terapi anti-penuaan yang sempurna tidak hanya menghapus sel pikun, tetapi juga peremajaan jaringan dengan merangsang diferensiasi sel induk terdekat. Masih banyak penelitian dasar yang harus dilakukan sebelum metode penghapusan sel pikun digunakan sebagai peremajaan menggunakan serum anti-penuaan. Diantaranya efek pada tubuh manusia yang saat ini masih diuji pada hewan pengerat. 

Sel pikun memiliki peran sementara dalam penyembuhan luka, menghilangkan sel pikun bukan pilihan yang tepat. Lalu, apa saja manfaat dan efek terapi Anti Aging yang banyak digunakan dan beredar saat ini? Berikut hasil pengujian ilmuwan:
  1. Beberapa studi telah membahas apakah sel pikun merupakan penyebab penuaan dan harus menghapusnya? Dengan menghapus sel pikun, penuaan alami pada tikus mencapai 25 persen hidup lebih lama. 
  2. Obat Therapeutics Anti-pikun yang beredar saat ini sedang diuji, tetapi tidak satupun dianggap aman karena obat ini menargetkan jalur sel-sel non-pikun. Sangat berdampak buruk untuk kesehatan dan kekebalan tubuh, sehingga sangat sulit memprediksi kemungkinan efek samping yang ditimbulkan.
  3. Dalam pengujian pembalikan Aging, dimana ilmuwan harus mengidentifikasi apakah penuaan juga dapat diterapkan secara retrospektif untuk melawan fitur penuaan alami yang sudah ada. Meskipun penuaan tampaknya terhenti melalui terapi, masih belum jelas apakah penyakit yang berhubungan dengan usia dapat sepenuhnya teratasi.

Ilmuwan menyarankan untuk hati-hati menggunakan serum Anti-penuaan dan peremajaan jaringan untuk menghindari efek yang terlalu banyak. Mereka juga memikirkan kapan saat yang tepat memberikan perawatan terapi Anti-penuaan. Misalnya menakar dosis yang harus diberikan sebelum atau setelah timbulnya kondisi tertentu. Biaya terapi Anti-penuaan saat ini masih sangat tinggi sehingga menjadi faktor untuk membatasi pengguna. 

Referensi

The Fountain of Youth by Targeting Senescent Cells? by Peter L.J. de Keizer. Trends in Molecular Medicine, 2016; DOI: 10.1016/j.molmed.2016.11.006

Tidak ada komentar: