Ads Top


Daun Teh Hijau Cegah Amiloidosis, Gangguan Tulang Sumsum

Kabar gembira bagi Anda penggemar teh, manfaat daun teh hijau ternyata mampu mencegah perkembanga protein berbahaya. Sebuah senyawa yang ditemukan dalam daun teh hijau berpotensi untuk menyelamatkan nyawa pasien yang berjuang melawan multiple Myeloma dan Amiloidosis. Menurut ilmuwan dari Washington University, pasien ini biasanya menghadapi komplikasi medis dan sering fatal disebabkan gangguan tulang sumsum. Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Biological Chemistry.

Manfaat Daun Teh Hijau

Amiloidosis merupakan sebutan untuk berbagai kondisi dengan adanya penumpukan protein amiloid pada organ dan jaringan, dimana kondisi ini mengakibatkan timbulnya penyakit. Setidaknya didalam tubuh manusia terdapat 25 protein, sebagian besar terdapat dalam plasma darah.

Manfaat Daun Teh Hijau


Beberapa jenis amiloidosis dapat menyerang secara sistemis pada organ tertentu, tetapi ada pula yang merupakan kelainan genetika karena mutasi pada protein prekursor. Perubahan bentuk sekunder disebabkan penyakit lain, sehingga menyebabkan terbentuknya protein tidak normal berlebihan seperti multiple Myeloma. Bisa juga terjadi pembentukan berlebihan protein fase akut secara berkesinambungan pada radang kronis.

Penelitian ini mempelajari bagaimana protein berlipat dan membentuk diri sendiri, dan bagaimana proses ini berpengaruh pada beberapa penyakit. Senyawa Epigallocatechine-3-gallate (EGCG), merupakan polifenol yang ditemukan dalam daun teh hijau. 
Sewaya pada daun teh hijau dianggap sangat bermanfaat untuk pasien yang berjuang melawan multiple Myeloma dan Amiloidosis. Pasien ini rentan terhadap kondisi dan sering fatal yang disebut 'multiple light Amiloidosis', dimana antibodi tubuh menjadi cacat dan dapat terakumulasi di berbagai organ, termasuk jantung dan ginjal.

Tim ilmuwan mengisolasi rantai protein sederhana dari sembilan pasien dengan gangguan sumsum tulang yang menyebabkan multiple myeloma atau amiloidosis. Kemudian diuji pada laboratorium untuk menentukan bagaimana manfaat senyawa daun teh hijau mempengaruhi protein rantai ringan. Ilmuwan juga mempelajari cara kerja senyawa daun teh hijau pada tingkat dasar, dan uji klinis dilakukan pada penderita Alzheimer di Berlin dan penderita Parkinson di Cina. 

Prof Bieschke sebelumnya memeriksa efek senyawa EGCG pada penyakit Parkinson dan Alzheimer. Dia menemukan bahwa senyawa ini mampu mencegah perkembangan protein berbahaya yang muncul pada kedua penyakit. Pada pasien sumsum tulang, senyawa EGCG mengubah rantai ringan Amyloid sehingga mencegah replikasi dan mengumpulkannya. Daun teh hijau memiliki struktur internal yang berbeda, senyawa ECGC menarik rantai protein menjadi berbagai jenis agregat yang tidak beracun dan tidak membentuk struktur urat saraf, seperti yang terjadi pada organ-organ yang terkena Amiloidosis.

Referensi

Tidak ada komentar: