Ads Top


Efek Samping Dan Bahaya Rokok Elektrik Pada Pembuluh Darah

Kenali efek samping dan bahaya rokok elektrik sejak dini, sebelum menggunakannya sebagai terapi pengganti rokok tembakau. Sebuah studi yang diterbitkan JAMA Cardiology menjelaskan bahwa rokok elektrik tidak berbahaya. Menurut Profesor Joep Perk, penelitian ini membuktikan bahwa rokok elektrik begitu berbahaya sama seperti rokok tembakau, sehingga pengguna tidak dianjurkan menggunakan alat terapi ini. 

Efek Samping Dan Bahaya Rokok Elektrik

Menurut penelitian yang lalu, bahwa orang yang menggunakan rokok elektrik memiliki kecenderungan untuk merokok tembakau. Pada tahun 2016, Eropa mulai menggunakan pedoman untuk pencegahan penyakit kardiovaskular sehingga perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efek rokok elektrik dalam jangka panjang.

Efek Samping Dan Bahaya Rokok Elektrik


Untuk membuktikan efek samping dan bahaya rokok elektrik, para ilmuwan melibatkan 23 peserta yang terbiasa menggunakan rokok elektrik hampir setiap hari, setidaknya selama satu tahun. Mereka juga melibatkan 19 peserta non-perokok elektrik berusia 21 hingga 45 tahun. Menurut sutdi ini, perokok elektrik berisiko mengalami peningkatan aktivitas simpatis (peningkatan kadar adrenalin dalam hati) jantung dan meningkatkan stres oksidatif. Mekanisme ini seperti yang terjadi pada perokok tembakau yang meningkatkan risiko kardiovaskular.

Ilmuwan menyebutkan bahwa efek samping dan bahaya rokok elektrik berimplikasi penting pada risiko jantung dalam jangka panjang terkait dengan kebiasaan penggunaan rokok elektrik, termasuk kadar nikotin, aerosol dan metabolit. Efek lain yang ditimbulkan tidak bisa dikonfirmasi, dan efek pada kesehatan kardiovaskular akan merugikan.

Profesor Perk mengatakan, nikotin merangsang sistem saraf pusat, sehingga orang yang secara terus menerus terkena nikotin akan mendapatkan stimulasi simpatik. Situasi ini dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur dan peningkatan tekanan darah. Dan kemungkinan memiliki efek merusak dinding pembuluh darah dalam jangka panjang.

Banyak yang berpendapat, efek samping dan bahaya rokok elektrik akan menyebabkan kematian lebih cepat. Untuk membuktikannya, ilmuwan harus menempatkan perokok elektrik selama 10 sampai 15 tahun dan melihat berapa banyak yang mati lebih awal, tetapi metode ini tidak akan dilakukan karena alasan etis. Studi ini lebih daripada observasional kecil, mereka melihat indikator kerusakan dinding pembuluh darah pada penyakit kardiovaskular atau yang menyebabkan kematian.

Profesor Perk mengatakan, rokok elektrik masih bisa digunakan untuk membantu orang berhenti merokok tembakau. Tetapi mereka harus menggunakannya dengan hati-hati, dan sebaiknya mencoba metode lain terlebih dahulu.

Rokok elektrik merupakan salah satu alat yang digunakan untuk terapi pengganti nikotin. Tetapi sebaiknya dokter harus berhati-hati menganjurkan orang untuk menggunakan obat stimulan sistem saraf pusat untuk menghentikan kebiasaan merokok. Menghentikan kebiasaan merokok bisa menggunakan permen karet atau patch, jangan menggantinya dengan rokok elektrik. Mengganti rokok tembakau dengan rokok elektrik tidak akan menghilangkan kecanduan nikotin, justru akan memperpanjang kecanduan.

Referensi

  • Study adds to evidence that electronic cigarettes are not harmless, 01 February 2017, by European Society of Cardiology (ESC). 
  • Increased Cardiac Sympathetic Activity and Oxidative Stress in Habitual Electronic Cigarette Users. JAMA Cardiology, 2017; DOI: 10.1001/jamacardio.2016.5303
  • Aerosol (vapor) exhaled by an e-cigarette user using a nicotine free e-cigarette, image courtesy of wikimedia commons.

1 komentar:

  1. yang nulis baca baca lagi ya, dan banyak bertanya pada suhu vape sebelum menulis di di situs baik ini. pengalaman sy sudah maving selama 3 bulan, napas jadi enak, berat badan sy naik, dan sekarang SAYA ALERGI BAU ASAP ROKOK. dan vape itu bukan asap tapi UAP. itu saja thanks.

    BalasHapus