Ads Top

Makanan Tinggi Lemak Dari Minyak Sawit Sebabkan Penyakit Hati

Orang kelebihan berat badan, yang mengalami obesitas, dan orang dengan diabetes tipe 2, sering dikaitkan dengan makanan tinggi lemak atau konsumsi lemak jenuh. Bahkan jika kita banyak mengkonsumsi minyak sawit akan mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin dan menyebabkan peningkatan timbunan lemak serta perubahan dalam metabolisme energi hati. 

burger, Makanan Tinggi Lemak

Setidaknya penelitian ini memberikan informasi tentang perubahan paling awal pada metabolisme hati dalam jangka panjang. Perubahan metabolisme menyebabkan penyakit hati berlemak pada orang yang kelebihan berat badan, dan penderita diabetes tipe 2. Studi tentang efek makanan tinggi lemak diterbitkan dalam edisi terbaru Journal of Clinical Investigation.

Efek Makanan Tinggi Lemak Tunggal


Studi ilmiah dilakukan pada pria langsing yang sehat, dan diberikan secara acak konsumsi yang menggunakan minyak kelapa sawit dalam percobaan terkontrol. Minyak kelapa sawit mengandung lemak jenuh yang terdapat pada dua burger keju dengan daging, sebagian besar kentang goreng atau dua pizza salami. Makanan tinggi lemak tunggal cukup untuk mengurangi aksi insulin, misalnya menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan kadar lemak hati. 

Konsumsi makanan tinggi lemak menyebabkan perubahan dalam keseimbangan energi hati. Perubahan metabolik ini mirip dengan perubahan yang diamati pada penderita diabetes tipe 2 atau penyakit hati berlemak (NAFLD). NAFLD adalah penyakit hati yang paling umum di negara-negara industri dan berhubungan dengan obesitas (sindrom metabolik). Juga berhubungan dengan peningkatan risiko dalam perkembangan penyakit diabetes tipe 2. Efek penyakit hati berlemak stadium lanjut dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah.

Prof Dr Michael Roden mengatakan, kandungan lemak kelapa sawit berdampak cepat dan langsung berinteraksi pada hati orang yang sehat, dan jumlah lemak memicu resistensi insulin. Para ilmuwan memantau metabolisme hati orang dengan teknologi non-invasif dominan, misalnya dengan spektroskopi resonansi magnetik. Tehnik ini memungkinkan untuk melacak penyimpanan gula dan lemak serta metabolisme energi dari mitokondria. 

Metode ini mampu memverifikasi bahwa asupan minyak sawit mempengaruhi aktivitas metabolisme otot, hati dan jaringan lemak. Resistensi insulin yang diinduksi mengarah pada peningkatan pembentukan gula baru di hati, bersamaan dengan penurunan penyerapan gula dalam otot. Mekanisme tersebut membuat kenaikan kadar glukosa pada penderita diabetes tipe 2. 

Resistensi insulin pada jaringan lemak menyebabkan pelepasan peningkatan lemak ke dalam aliran darah. Peningkatan lemak tersebut menyebabkan beban kerja meningkat pada mitokondria, dimana dalam jangka panjang melemahkan pembangkit energi sel dan menyebabkan munculnya penyakit hati. 
Bagi orang yang sehat (tergantung pada predisposisi genetik) akan mudah mengelola dampak langsung makanan tinggi lemak pada jaringan metabolisme. Tetapi konsekuensi dalam jangka panjang, makanan tinggi lemak bisa menyebabkan lebih banyak masalah kesehatan.

Referensi

  • Pizza, burgers and the like: A single high-fat meal can damage the metabolism, 15 February 2017, by Deutsches Zentrum fuer Diabetesforschung DZD.
  • Acute dietary fat intake initiates alterations in energy metabolism and insulin resistance. Journal of Clinical Investigation, 2017; 127 (2): 695 DOI: 10.1172/JCI89444
  • Hamburgers are sometimes served in buns, image courtesy of wikimedia commons

Tidak ada komentar: