Ads Top


Manfaat Makanan Biji-bijian Perbaiki Respon Imun Dan Usus

Penelitian menyebutkan, orang yang mengkonsumsi gandum utuh akan mendapatkan manfaat makan biji-bijian (serelia), berdampak pada perbaikan sederhana yang bermanfaat untuk mikrobiota usus yang sehat dan respon imun tertentu. Konsumsi ini lebih baik daripada biji-bijian yang telah diolah. Penelitian ini meneliti efek dari diet gandum pada metabolisme energi, diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

Manfaat Makanan Biji-bijian

Konsumsi gandum sangat berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker lainnya. Ilmuwan berspekulasi bahwa manfaat makanan biji-bijian mengurangi risiko penyakit melalui mengurangi peradangan. Tetapi perbandingan efek dari biji-bijian dan konsumsi biji-bijian olahan belum menyeluruh, dan belum mengevaluasi respon imun yang diperantarai sel untuk mengungkap dampaknya pada inflamasi.

Manfaat Makan Biji-bijian


Biji-bijian termasuk kelompok makanan utama yang meliputi biji gandum, beras, kedelai, dan turunan gandum lainnya. Termasuk juga lapisan luar bergizi yang ditemukan dalam produk tepung gandum, oatmeal dan beras merah. Biji-bijian olahan adalah pati yang telah diolah dan dipecah menjadi tekstur yang lebih halus. Proses ini dikenal sebagai penggilingan, menguras pati serat makanan, besi dan berbagai bentuk vitamin B. Melalui proses pengayaan, kemudian besi dan vitamin B ditambahkan kembali ke biji-bijian olahan, tapi serat tidak. Tepung putih, roti putih, dan nasi putih (sudah dikemas), adalah contoh dari biji-bijian olahan.

Ilmuwan menganalisis hasil acak selama delapan minggu dari 81 peserta untuk melihat efek makanan kaya biji-bijian, membandingkannya dengan maknan kaya biji-bijian olahan. Mereka menguji manfaatnya pada respon imun dan inflamasi, mikrobiota usus, dan frekuensi buang air pada orang dewasa yang sehat. Selama dua minggu pertama, peserta diberi makanan berat untuk mempertahankan tradisi diet Barat yang kaya biji-bijian olahan. Selama enam minggu ke depan, 40 peserta tidak lagi mengkonsumsi biji-bijian olahan dan peserta lainnya mengkonsumsi makanan biji-bijian.

Berdasarkan proses biji-bijian olahan, mereka yang mengonsumsi makanan gandum yang dihaluskan tampak kurang serat dan kurang zat gizi tertentu. Dalam beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan, mereka kehilangan berat badan ketika terjadi peningkatan konsumsi gandum. Sehingga tidak jelas apakah efek anti-inflamasi yang diamati merupakan efek sekunder, karena penurunan berat badan atau konsumsi serat itu sendiri.

Penelitian ini menemukan efek sederhana dari gandum pada mikrobiota usus dan ukuran fungsi kekebalan dalam konteks energi dan makronutrien diet terkontrol. Semua makanan diberikan kepada peserta, yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan berat badan secara konstan. Hal ini untuk menghilangkan efek pengganggu penurunan berat badan yang berhubungan dengan peningkatan konsumsi serat pada penanda kekebalan tubuh dan peradangan. Mengikuti pola makan dan konsumsi gandum akan memungkinkan untuk lebih percaya diri dalam hal menentukan efek biji-bijian terhadap mikrobiota usus dan inflamasi.

Manfaat makan biji-bijian berpengaruh pada mikrobiota usus berdasakan pengukuran tinja. Makanan biji-bijian terbukti untuk meningkatkan variasi mikrobiota usus dan meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek, sumber energi untuk sel-sel yang ditemukan dalam usus besar. Mikrobiota usus dan asam lemak rantai pendek dianggap penting untuk fungsi kekebalan tubuh dan peradangan.

Orang yang makan biji-bijian memiliki peningkatan Lachnospira, bakteri yang menghasilkan asam lemak rantai pendek. Konsumsi biji-bijian menurunkan bakteri pro-inflamasi, yaitu Enterbacteriaceae, bakteri yang menyebabkan peradangan karena konsentrasi tinggi dari asetat.

Manfaat makan biji-bijian gandum menyebabkan peningkatan kadar sel memori T. Sementara makan biji-bijian olahan (seperti gandum olahan) mengakibatkan penurunan produksi TNF-alpha ketika sel-sel kekebalan tubuh dirangsang dengan senyawa, seperti yang ditemukan di dinding bakteri. 

Sangat disarankan orang dewasa mengganti biji-bijian olahan dengan biji-bijian. Ilmuwan merekomendasikan konsumsi makanan biji-bijian minimal tiga ons untuk wanita, dan empat ons untuk pria. Takaran ini setara dengan mengkonsumsi 1,5 sampai 2 cangkir beras merah atau oatmeal setiap hari.

Referensi

  • Eating whole grains led to modest improvements in gut microbiota and immune response, 08 February 2017, by Tufts University. 
  • Substituting whole grains for refined grains in a 6-wk randomized trial has a modest effect on gut microbiota and immune and inflammatory markers of healthy adults. The American Journal of Clinical Nutrition, 2017; ajcn146928 DOI: 10.3945/ajcn.116.146928
  • Wheat is used in a wide variety of foods, image courtesy of Wikimedia Commons.

Tidak ada komentar: