Ads Top

Manfaat Suntik Vitamin C Intervena Kurangi Gangguan Irama Jantung

Ilmuwan dari University of Helsinki telah meninjau secara sistematis manfaat suntik vitamin C intervena dan oral dapat mencegah kekambuhan Atrial Fibrillation pada pasien berisiko tinggi. Atrial Fibrillation (AF) merupakan gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan konsekuensi berat, seperti stroke dan gagal jantung. Gejala AF dapat disebabkan berbagai kondisi stres, dan sekitar 30 persen pasien yang menjalani operasi jantung menderita AF pasca operasi. 

Manfaat Suntik Vitamin C Intervena

Dalam penelitian ini, ilmuwan mengidentifikasi 14 percobaan acak yang melibatkan 2006 pasien yang telah menjalani operasi jantung. Kemudian satu percobaan yang melibatkan 44 pasien yang telah mengalami AF setelah kardioversi. Menurut ilmuwan, manfaat suntik vitamin C intervena dianggap sebagai nutrisi murah dan aman. Bukti konsisten dari pasien di beberapa negara mungkin telah diberikan vitamin C kepada pasien operasi jantung. 

Manfaat Suntik Vitamin C Intervena


Studi ini menemukan heterogenitas substansial diantara 14 percobaan operasi jantung. Tetapi heterogenitas ini terbagi menjadi lima pengujian yang dilakukan di Amerika Serikat, dan sembilan percobaan dilakukan di luar Amerika Serikat yang kekurangan nutrisi Vitamin C. 

Lima uji coba operasi jantung dilakukan di Amerika Serikat tidak menemukan efek dari vitamin C terhadap Atrial Fibrillation pasca operasi. Sembilan uji coba operasi jantung dilakukan di luar Amerika Serikat menemukan penurunan rata-rata 44 persen Atrial Fibrillation pasca operasi. Dalam operasi tersebut juga tidak ada heterogenitas diantara sembilan uji coba. Kemudian lima dari uji coba terakhir dilakukan di Iran, dua diantaranya dilakukan di Yunani, satu uji coba di Slovenia dan satu di Rusia.

Dalam studi tunggal di Yunani menemukan kekambuhan Atrial Fibrillation setelah kardioversi sukses. Ilmuwan menjelaskan bahwa vitamin C menurunkan 87 persen risiko kekambuhan AF. Uji coba operasi jantung non-US, vitamin C juga berperan menurunkan 12,6 persen pada pasien di rumah sakit dan 8 persen dirasakan pada pasien unit perawatan intensif.

Beberapa pasien bedah dalam penelitian pasien di luar AS diberikan vitamin C secara oral, sedangkan pasien lainnya diberikan injeksi intravena (suntikan). Substansial vitamin C lebih tinggi dalam darah, sehingga efek dari dua metode mungkin berbeda. Vitamin C secara oral telah menurunkan Atrial Fibrillation pasca operasi sebesar 73 persen. Sedangkan pemberian injeksi intravena turun sebesar 36 persen. 

Pemberian vitamin C secara oral telah mempercepat jangka waktu menginap di rumah sakit berkisar 7 persen, atau perawatan berkurang 6 jam. Sedangkan pemberian vitamin C secara intravena turun 16 persen atau waktu perawatan di rumah sakit berkurang 36 jam. 

Ternyata manfaat suntik vitamin C intervena lebih besar dalam mengurangi waktu perawatan di rumah sakit. Tetapi kurang bermanfaat pada pasien yang mengalami Atrial Fibrillation pasca operasi.

Referensi

  • Vitamin C for preventing atrial fibrillation in high risk patients: a systematic review and meta-analysis. BMC Cardiovascular Disorders, 2017; 17 (1) DOI: 10.1186/s12872-017-0478-5
  • An adult woman lying in a hospital bed, image courtesy of Wikimedia Commons.

Tidak ada komentar: