Ads Top

Obat Sepsis Ditemukan Dari Jenis Aspirin Dan Ibuprofen


Salah satu obat Sepsis paling ampuh adalah aspirin dan ibuprofen, obat non-steroid anti-inflammatory (NSAID). Setiap tahun lebih dari 1 juta orang menderita sepsis di Amerika Serikat dan telah membunuh setengahnya hanya dalam beberapa hari. Jumlah kasus penderita sepsis terus meningkat, terutama yang menjalani perawatan intensif. Para ilmuwan dan perusahaan farmasi saat ini telah berjuang untuk mengembangkan pengobatan memerangi kondisi kritis sepsis.

Obat Sepsis Ditemukan

Menurut profesor Hubert Yin, ibuprofen dan aspirin adalah salah satu obat-obatan yang paling umum di seluruh dunia, di Amerika saja telah dikonsumsi lebih dari 30 miliar dosis setiap tahun. Obat ini ternyata masih menyimpan banyak manfaat yang tidak sepenuhnya dipahami. Sebuah bukti yang menjelaskan mekanisme tindakan NSAID, salah satu obat yang memiliki dampak langsung pada kehidupan masyarakat, dan penemuan ini diterbitkan dalam jurnal Cell Chemical Biology. 

Penemuan Obat Sepsis


Para peneliti telah lama mengetahui bahwa NSAID bekerja dengan cara menghambat enzim yang disebut siklooksigenase (COX). Mereka juga sudah mengetahui bahwa NSAID mengekibatkan efek samping yang lebih serius. Beberapa NSAID telah ditarik dari pasar setelah terbukti meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Tetapi penelitian Profesor Yin menemukan bahwa subkelompok NSAID juga bermanfaat dan independen pada keluarga enzim lain (Caspases) yang berada jauh di dalam sel dan berperan sebagai respon imun yang agresif, seperti sepsis. Misalnya, beberapa bahan kimia yang berasal dari bakteri benar-benar menembus sel dan memicu respon Caspase, mendorong sel untuk bunuh diri, juga dikenal sebagai Apoptosis. Aktivasi tersebut pada akhirnya berpotensi yang menyebabkan peradangan.

Para ilmuwan sempat mengalami kegagalan di tahap akhir uji klinis obat anti-sepsis yang menargetkan reseptor imun (TLR4). Reseptor ini terletak pada permukaan sel, para ilmuwan mulai menyelidiki cara menghentikan penyakit dengan mengembangkan terapi antiseptik yang secara bersamaan menargetkan Caspases. Para ilmuwan menyaring 1280 obat yang disetujui FDA untuk menghambat aktivitas Caspase. Dari 27 yang ditemukan, setengahnya merupakan NSAID yang terdiri dari 10 inhibitor caspase paling ampuh.

Kemudian obat-obatan ini digunakan dalam tes biokimia dan biofisika, serta eksperimen dengan cacing gelang untuk menguji teori. NSAID efektif untuk menunda kematian sel pada cacing, mungkin dengan menghalangi aktivitas caspase. Tetapi penggunaan obat ini masih dipertanyakan, apakah NSAID dalam dosis yang lebih tinggi dapat digunakan untuk mengobati sepsis, risiko efek samping mungkin terlalu besar.
Ilmuwan menindak lanjuti studi, apakah obat sepsis dapat dikembangkan dengan menggabungkan penghambatan Caspase, NSAID, dan TLR4 inhibitor.

NSAID juga disarankan untuk mengatasi kondisi lain, termasuk rheumatoid arthritis dan penyakit neuro-degeneratif. Menurut data kesehatan, diperkirakan 16500 orang meninggal setiap tahun akibat komplikasi NSAID. Penelitian ini akan membantu para ilmuwan lebih memahami, mengapa NSAID menyebabkan efek samping yang serius seperti penyakit hati, ginjal dan masalah kardiovaskular, sehingga obat sepsis dimasa depan dapat dikembangkan lebih aman.

Referensi



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.