Ads Top


Pengobatan Degenerasi Makula, Retinopati Prematuritas dan Diabetes

Pengobatan degenerasi makula atau AMD (Age-related Macular Degeneration) adalah bentuk kebutaan yang pada umumnya diderita orang Kaukasia, dan menyebabkan visi terdistorsi dan bintik-bintik buta. Menurut data kesehatan, diperkirakan hampir satu dari sepuluh orang di atas usia 65 memiliki beberapa tanda-tanda yang berkaitan dengan AMD. Dampaknya cenderung meningkat sebagai konsekuensi dari populasi penuaan. Para ilmuwan menjelaskan penggunaan CRISPR-Cas9 pada 'Operasi Gen' dilapisan jaringan yang mendukung retina. 

Pengobatan Degenerasi Makula

Retinopathies paling umum pada anak-anak bisa menyebabkan kebutaan adalah Retinopati Prematuritas. Sedangkan pada orang dewasa dan yang lebih tua disebut Retinopati Diabetes dan AMD. Pada kasus AMD, Vascular Endothelial Growth Factor (VEGF) menyebabkan pembentukan pembuluh darah baru di mata, tetapi menyebabkan kebocoran darah dan cairan ke mata sehingga merusak daerah di tengah retina yang disebut makula.

Pengobatan Degenerasi Makula


Saat ini, suntikan obat anti-VEGF merupakan pengobatan degenerasi makula yang paling umum terhadap AMD. Setidaknya dilakukan tujuh suntikan per tahun, karena VEGF terus bekerja melalui sel-sel epitel pigmen retina yang sakit. Ilmuwan percaya bahwa terapi gen dengan generasi ketiga gen CRISPR-Cas9 bisa memperbaiki metode pengobatan. Menurut mereka, Suntikan anti-VEGF mengatasi dampak, tetapi tidak menyelesaikan penyebab utama. 

Dengan suntikan gen CRISPR-Cas9, pasien dapat mencapai kesembuhan dalam jangka panjang. CRISPR-Cas9 dapat memotong DNA yang benar di lokasi yang di suntikkan, dalam hal ini gen VEGF. Tim peneliti berhasil menyuntikkan CRISPR-Cas9 ke dalam mata model tikus dengan AMD basah dan memodifikasi gen VEGF. Awalnya mereka menemukan bahwa pengiriman sel CRISPR-Cas9 lebih efisien dalam bentuk plasmid, dan menghilang setelah hanya 72 jam. 

Perkembangan dari penyakit mata dipantau dengan melihat Neovaskularisasi Koroid (CNV, penciptaan pembuluh darah baru antara retina dan sclera) merupakan masalah umum degenerasi makula. Para peneliti menemukan daerah CNV berkurang sebesar 58 persen, efek samping pengobatan degenerasi makula mengalami disfungsi kerucut selama 3 hari dan tidak terjadi seminggu setelah perawatan.

Kim Jin -Soo mengatakan, mereka telah mengembangkan pengobatan untuk menekan CNV dengan menonaktifkan gen VEGF, salah satu penyebab dari penyakit kebutaan AMD. Sementara CRISPR-Cas9 secara konvensional telah digunakan untuk memperbaiki mutasi yang menyebabkan penyakit keturunan atau kanker. Studi ini membuktikan bahwa terapi baru dalam pengobatan degenerasi makula sangat membantu untuk melawan penyakit degeneratif non-keturunan.

Referensi

  • Genome surgery using Cas9 ribonucleoproteins for the treatment of age-related macular degeneration. Genome Research, February 2017 DOI: 10.1101/gr.219089.116

Tidak ada komentar: