Ads Top

Pengobatan Emfisema, Terapi Pengurangan Volume Paru-paru

Para ilmuwan tengah mengembangkan perspektif rekayasa unik untuk pengobatan Emfisema paru-paru. Mereka membuktikan bagaimana mekanisme ini beroperasi pada skala mikromekanik agar bisa membantu untuk memprediksi kelangsungan hidup pasien dan kualitas hidup setelah pengobatan. Studi ini diterbitkan dalam PLoS Computational Biology, sehingga mampu menyumbang pengetahuan baru tentang Emfisema.

Pengobatan Emfisema

Emfisema, selama ini dianggap sebagai penyakit paru-paru yang ditandai dengan gejala sesak napas berat. Sesak napas yang berat disebabkan hambatan aliran udara pada saluran napas yang timbul, sehingga terjadi kerusakan pada jaringan paru dan didorong paparan partikel gas beracun dan berbahaya secara terus menerus. Emfisema termasuk PPOK atau penyakit paru obstruksi kronis, timbul sendiri atau bersamaan dengan munculnya bronkitis kronis.

Pengobatan Emfisema


Emfisema adalah penyakit paru-paru yang berbahaya dan umumnya terkait dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kondisi ini telah mempengaruhi lebih dari 65 juta orang di seluruh dunia. Pengobatan paru dan tehnik pengurangan volume dapat membantu untuk memperbaiki stadium lanjut, dengan menghapus jaringan yang terkena dan memungkinkan organ sehat untuk membantu mengembalikan fungsi paru-paru. Tetapi ilmuwan masih belum memahami, bagaimana terapi ini berdampak pada mekanisme mikroskopis yang mendasari perkembangan penyakit.

Jarred Mondonedo dan Béla Suki, ilmuwan ini berasal dari Boston University. Mereka menggunakan sebuah model komputasi pengobatan Emfisema, dan membuktikan adanya respon pengobatan secara langsung berkaitan dengan redistribusi kekuatan mekanik dalam paru-paru setelah intervensi. Studi ini kemudian dibandingkan dengan teknik pengurangan volume paru-paru yang kurang invasif. Misalnya tehnik Sealant berbasis biomaterial paru dan koil, dengan pendekatan bedah tradisional, sehingga keseluruhan uji klinis bisa membuktikan prediksi yang sebanding dalam jangka panjang untuk pengobatan emfisema.

Penemuan ini menyoroti peran penting bahwa kekuatan mekanik mungkin berperan penting dalam pengobatan emfisema. Mereka menyarankan teknik pengurangan volume paru-paru yang lebih baru dan jauh kurang invasif dapat mencapai hasil sebanding atau mungkin lebih baik. Sehingga penemuan ini berpotensi memperluas pilihan pengobatan Emfisema, bahkan menurunkan biaya dan waktu pemulihan.

Dengan meningkatnya minat terapi pengurangan volume paru-paru, penelitian ini berpotensi membantu secara individual, strategi pengobatan berpusat pada pasien. Ilmuwan menghubungkan model ini pada pencitraan paru rutin, untuk menentukan pendekatan intervensi yang paling efektif untuk mengoptimalkan pengobatan emfisema.

Referensi

  • Predicting Structure-Function Relations and Survival following Surgical and Bronchoscopic Lung Volume Reduction Treatment of Emphysema. PLOS Computational Biology, 2017; 13 (2): e1005282 DOI: 10.1371/journal.pcbi.1005282

Tidak ada komentar: