Ads Top


Pengobatan Kista Ginjal Polikistik Ditemukan, Tanpa Operasi

Para ilmuwan dari UT Southwestern Medical Center telah mengembangkan obat yang potensial untuk pengobatan kista ginjal polikistik. Polikistik merupakan penyakit genetik yang tidak bisa disembuhkan dan paling sering menyebabkan stadium akhir pada kasus gagal ginjal. Dr Vishal Patel mengatakan, para ilmuwan menyebut obat ini RGLS4326, mereka telah menguji hewan praklinis untuk pengajuan obat baru, dan membuka percobaan klinis manusia diharapkan akhir tahun ini. hasil penelitian diterbitkan secara online dalam jurnal Nature Communications.

Pengobatan Kista Ginjal Polikistik

Menurut data kesehatan di Amerika serikat, ginjal polikistik (ADPKD) telah diderita sekitar 600,000 orang yang menyebabkan banyak kista berisi cairan terbentuk di ginjal. Ginjal yang terkena kista biasanya berukuran kepalan tangan manusia, kadang-kadang tumbuh sebesar bola kaki. Ukuran kisata terus meningkat hingga akhirnya mengganggu kemampuan ginjal untuk menyaring darah dan membuang racun tubuh. 

Pengobatan Kista Ginjal Polikistik


Menurut data dari National Kidney Foundation, kista ginjal bisa tumbuh selama beberapa dekade sampai gejala muncul seperti darah dalam urin. Sekitar setengah dari penderita yang terkena dampak ginjal polikistik telah menderita gagal ginjal pada usia 60 tahun. Dr Petel mengatakan, saat ini tidak ada obat yang di pasarkan untuk pengobatan kista ginjal polikistik. Setelah pasien mengalami gagal ginjal, satu-satunya pilihan untuk bertahan hidup adalah untuk mendapatkan transplantasi ginjal atau mulai dialisis.

Sebelumnya, pada tahun 2009 Dr Patel mulai mencari microRNAs yang dianggap mendasari perkembangan ADPKD. MicroRNAs atau Mirs merupakan fragmen RNA kecil yang mengganggu ekspresi gen normal. Mirs sangat kecil, obat dapat dengan mudah dirancang untuk melawan perkembangannya. Para ilmuwan memfokuskan pada microRNA klaster 17~92 berikut identifikasi potensi target Mirs. Pada tahun 2013, Dr Patel mengatakan bahwa klaster microRNA ini mendukung pertumbuhan kista ginjal.

Para ilmuwan juga menyebutkan bagaimana Mir-17 menyebabkan kista proliferasi. Molekul dasarnya telah memprogram metabolisme sel-sel ginjal, sehingga struktur selular yang disebut mitokondria menggunakan nutrisi lebih sedikit, kemudian membebaskannya yang menyebabkan bagian-bagian sel menjadi kista. Mir-17 menghalangi dengan menekan protein yang terlibat dalam pembuatan RNA (Peroksisom proliferator-activated receptor alpha).

Pada pengujian tikus, ilmuwan menemukan bahwa genetik menghapus microRNA-17~92 yang memperlambat pertumbuhan kista lebih dari dua kali lipat. Berdasarkan temuan itu, laboratorium Dr Patel berkolaborasi dengan Regulus Therapeutics untuk menguji obat anti-microRNA-17. Pengujian pengobatan kista ginjal polikistik mampu memperlambat pertumbuhan sel kista ginjal manusia, bahkan menghilang perlahan.

Referensi

Tidak ada komentar: