Ads Top


Syok Septik, Pengobatan Sepsis Menggunakan Orexin Neuropeptida

Pada pasien Syok Septik, tahap terberat dari Sepsis, tekanan darah turun ke tingkat yang sangat rendah, dimana situasi ini sering menyebabkan kegagalan organ multiple dan kematian. Sepsis merupakan kondisi yang mengancam jiwa karena respon imun yang berlebihan terhadap infeksi yang merusak jaringan dan organ. Sampai saat ini, tidak ada terapi yang efektif dan belum ditemukan pengobatan untuk penderita Syok Septik. 

Syok Septik, penderita Sepsis

Penemuan terbaru oleh ilmuwan Jepang mungkin menjadi terobosan dalam mengembangkan pengobatan penyakit Syok Septik. Penelitian ini dikerjakan oleh Yasuhiro Ogawa, Yoko Irukayama-Tomobe dan Masashi Yanagisawa, dari International Institute for Integrative Sleep Medicine (WPI-IIIS), University of Tsukuba. Mereka menemukan bahwa injeksi subkutan dari Orexin Neuropeptida dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup tikus yang menderita endotoksin syok. 

Pengobatan Syok Septik


Gejala sepsis sering berkaitan dengan demam, suhu tubuh rendah, napas cepat, denyut jantung meningkat, bingung dan edema. Tanda-tanda awal adalah detak jantung yang cepat, buang air kecil menurun dan gula darah tinggi. Tanda-tanda sepsis mulai tampak ketika pasien mengalami kebingungan, asidosis metabolik yang terkadang disertai dengan pernapasan lebih cepat dan menyebabkan alkalosis pernapasan. 

Tekanan darah rendah karena penurunan resistensi pembuluh darah sistemik, output jantung yang lebih tinggi, dan disfungsi pembekuan darah dimana pembekuan ini menyebabkan kegagalan organ. Penurunan tekanan darah yang terlihat di sepsis dapat menyebabkan shock, mengakibatkan pusing, memar atau perdarahan intens.

Orexin pertama kali ditemukan oleh Yanagisawa dan temannya pada tahun 1998. Orexin berperan penting untuk mengendalikan tidur atau terjaga, dan dikenal mampu mengubah denyut jantung dan suhu tubuh pada tikus. Hal ini membuktikan bahwa orexin berpotensi menjadi agen terapi untuk shock peredaran darah. Tetapi secara klinis, orexin dikenal sulit karena bereaksi di otak, dan pengiriman molekul orexin ke otak terhambat oleh penghalang darah-otak (BBB). Diperluakn pengangkut molekul yang kolektif dan memisahkannya dari sistem peredaran darah untuk melindungi sistem saraf pusat (SSP) dari zat berbahaya.

Saat ini ilmuwan mengeksploitasi Leakiness dari BBB, ciri patofisiologi pada sindrom inflamasi sistemik, dimana hal ini digunakan untuk memberikan orexin ke SSP. Para peneliti menegaskan bahwa perifer yang disuntikkan Orexin dapat masuk ke otak karena permeabilitas BBB meningkat disebabkan oleh Syok Septik. Situasi ini dapat membantu tikus untuk bertahan hidup dan pulih dari syok septik dengan mengembalikan suhu tubuh, dan meningkatkan denyut jantung. 

Ilmuwan juga menjelaskan bahwa orexin kemungkinan besar mampu mengatur respon imun melalui beberapa jalur sinyal di otak. 
Studi mendatang akan mengungkap mekanisme yang tepat dimana CNS Orexin mengatur respon sistem kekebalan tubuh. Mereka memvalidasi efek perifer yang diberikan orexin pada primata dengan syok septik. Pengujian ini bertujuan untuk aplikasi klinis di masa depan, agar lebih cepat bisa digunakan sebagai terapi pasien.

Referensi

Tidak ada komentar: