Ads Top


Terapi Makanan Untuk Anak Hiperaktif Dengan Diet Mediterania

Ternyata, pola makan berhubungan dengan gejala kejiwaan anak-anak dan remaja yang disebut 'Attention Deficit Hyperactivity Disorder' (ADHD), sehingga perlu dilakukan terapi makanan untuk anak hiperaktif. Hubungan antara diet Mediterania dan ADHD pada anak-anak dan remaja terlihat pada kebiasaan makan yang tidak sehat dan bisa memainkan peran dalam perkembangan gangguan kejiwaan. Studi ini menetapkan kausalitas antara kebiasaan makan masyarakat miskin dan ADHD, yang dianggap sebahai salah satu gangguan mental yang paling umum terjadi diantara anak-anak dan remaja.

Terapi Makanan Untuk Anak Hiperaktif

Kurang perhatian atau Hyperactivity, dalam studi neurobiologi hal ini mempengaruhi sekitar 3,4 persen anak-anak dan remaja di seluruh dunia. Kelainan tersebut merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum diantara anak-anak dan remaja, bahkan dapat bertahan sampai dewasa. Gejala utama adalah hiperaktif, impulsif dan kurang perhatian, perbedaannya lebih tampak dikalangan anak-anak seusianya. Sejauh ini, intervensi yang paling efisien untuk menganggapi ADHD adalah kombinasi dari perawatan psikologis dan farmakologis dengan pengawasan dari seorang psikolog.

Terapi Makanan Untuk Anak Hiperaktif


Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan mental jenis perkembangan saraf, biasanya ditandai dengan masalah perhatian, aktivitas yang berlebihan, atau kesulitan mengendalikan perilaku yang tidak sesuai untuk usia seseorang. Gejala dimulai saat usia 6 sampai 12 tahun yang muncul selama lebih dari enam bulan, dan bermasalah pada sekolah, rumah, atau kegiatan lainnya. 

Mekanisme yang menghubungkan diet berkualitas rendah dan ADHD masih belum diketahui. Tetapi studi ilmiah sebelumnya telah menyebutkan beberapa pola makanan olahan, kurang buah dan sayuran, sangat berkaitan dengan ADHD. Pola makan yang tidak seimbang dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, zinc, magnesium, omega-3 asam lemak, dan lainnya, untuk pertumbuhan kognitif dan fisik. Tampaknya terapi makanan untuk anak hiperaktif sangat berperan penting dalam etiologi ADHD.

Dalam terapi makanan untuk anak hiperaktif, ilmuwan melibatkan 120 anak-anak dan remaja, 60 anak diantaranya didiagnosis dengan gejala ADHD dan 60 anak terkontrol. Menurut María Izquierdo Pulido, penelitian ini tidak membangun hubungan sebab-akibat antara pola diet dan ADHD. Tetapi dapat membantu untuk menentukan strategi diet khusus agar dapat meningkatkan kualitas hidup bagi pasien yang terkena dan keluarganya.

Hubungan antara diet yang tidak sehat dan ADHD juga menjadi contoh sebab-akibat terbalik. Ilmuwan belum mengetahui, apakah anak-anak tersebut menderita ADHD karena diet yang tidak sehat. Apakah gangguan tersebut membuat mereka mengkonsumsi lemak dan gula berlebihan untuk menyeimbangkan impulsif atau tekanan emosional. Impulsif anak-anak yang menderita ADHD membuat mereka mengkonsumsi tidak sehat, sehingga kekurangan nutrisi dan memperburuk gejala penyakit.

Studi terapi makanan untuk anak hiperaktif tidak menyatakan bahwa diet Mediterania bisa menjadi faktor perlindungan terhadap penderita ADHD. Tetapi mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan pola makan yang sehat, karena tubuh mereka membutuhkan nutrisi terbaik untuk berkembang dan mencapai hidup sehat selama masa dewasa.

Program diet Mediterania dikenal dengan menu yang kaya buah-buahan, sayuran dan lemak sehat, sehingga sebagian besar nutrisi diperkirakan dalam proporsi yang tepat. Setidaknya studi lebih lanjut akan diteruskan untuk menentukan perubahan dalam kebiasaan makan menuju ke pola makan yang sehat, dan berfungsi untuk memperbaiki gejala ADHD. 

Referensi

Tidak ada komentar: