Ads Top

Zat Aditif Makanan Pada Permen Berbahaya Bagi Usus Kecil


Setelah paparan nanopartikel titanium dioksida (zat aditif makanan) masuk kedalam tubuh, kemampuan sel usus kecil secara signifikan menurun untuk menyerap nutrisi dan menghalangi patogen. Zat aditif ini umumnya ditemukan pada makanan seperti permen karet bahkan roti tawar.

Zat Aditif Makanan

Selama ini, titanium dioksida telah diakui oleh Food and Drug Administration USA sebagai zat aditif makanan yang aman dikonsumsi. Senyawa ini merupakan bahan inert dan tidak larut yang umum digunakan untuk pigmentasi warna putih dalam cat, kertas dan plastik. Juga merupakan bahan aktif dalam tabir surya berbasis mineral, pigmentasi digunakan untuk memblokir sinar ultraviolet.

Zat Aditif Makanan Berbahaya


Para ilmuwan dari Arizona State University telah mempelajari kasus ini tahun 2012 lalu. Mereka menguji 89 produk makanan yang umum dikonsumsi termasuk permen karet dan mayones. Mereka menemukan bahwa semua makanan tersebut mengandung titanium dioksida. Sekitar lima persen produk yang diuji mengandung titanium dioksida dan dianggap mengandung nanopartikel. Salah satunya Dunkin Donuts mulai berhenti menggunakan gula bubuk yang diduga mengandung nanopartikel titanium dioksida pada tahun 2015.

Para ilmuwan menggunakan model kultur sel usus kecil untuk menganalisa takaran fisiologis pada makan yang mengandung nanopartikel titanium oksida (30 nanometer) selama lebih dari empat jam. Eksposur akut zat aditif makanan tidak banyak berpengaruh, tapi paparan kronis berkurang berimbas pasa penyerapan dipermukaan sel-sel usus yang disebut mikrovili. Apabila mikrovili lebih sedikit, penghalang usus melemah, metabolisme melambat dan beberapa nutrisi seperti asam besi, seng, dan lemak, dan nutrisi lebih sulit diserap. Fungsi enzim terkena dampak negatif, sementara sinyal peradangan meningkat.

Titanium oksida merupakan zat aditif makanan yang umum ditemukan, dimana manusia telah banyak orang memakannya dalam waktu yang lama. Menurut Profesor Gretchen Mahler, zat ini tidak akan membunuh, tapi memiliki beberapa efek merugikan pada pencernaan.

Beberapa produk consumer goods telah menggunakan zat aditif makanan sehingga memasuki sistem pencernaan, misalnya pasta gigi. Titanium dioksida digunakan untuk membuat abrasi untuk membersihkan gigi. Oksida juga digunakan dalam beberapa produk makanan cokelat untuk memberikan tekstur yang halus. Misalnya warna pada donat, skim susu tampak cerah dan membuat susu lebih enak.

Para ilmuwan menyarankan, untuk menghindari makanan yang kaya nanopartikel titanium oksida, hindari makanan olahan terutama permen. Jenis makanan ini mengandung banyak nanopartikel yang berbahaya bagi pencernaan usus kecil.

Referensi



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.