Ads Top


Epidemi Anafilaksis Pada Anak Meningkat, Atasi Dengan EpiPen

Para ilmuwan dari University of Birmingham telah menemukan resep baru pengguna Autoinjectors Adrenalin atau disebut EpiPen. Gejala umum epidemi Anafilaksis telah terjadi pada anak-anak disertai alergi, belakangan telah meningkat tajam dalam beberapa dekade terakhir. Di Indonesia, EpiPen dikenal sebagai alat penyuntik Epinefrin Otomatis, digunakan untuk mengobati reaksi alergi Anafilaksis. Epinefrin adalah adrenalin buatan manusia, setiap dosis berisiko sangat rendah jika diberikan dengan benar dan akan menyelamatkan nyawa seseorang.

Epidemi Anafilaksis

Anafilaksis merupakan reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian pada anak. Biasanya ditandai oleh beberapa gejala termasuk ruam gatal, pembengkakan tenggorokan, dispnea, muntah dan tekanan darah rendah. Dimana gejala-gejala tersebut akan timbul dalam hitungan menit hingga beberapa jam. Sekitar 0,05 hingga 2 persen penduduk dunia pernah mengalami anafilaksis dalam kehidupannya.

Epidemi Anafilaksis


Epidemi, timbul sebagai kasus baru pada suatu populasi tertentu dalam satu periode waktu tertentu dengan laju yang melampaui laju ekspektasi (dugaan) berdasarkan pengalaman mutakhir, sama halnya dengan epidemi Anafilaksis yang terjadi saat ini. Biduran atau urtikaria adalah reaksi kulit yang ditandai dengan bilur berwarna merah atau putih yang terasa gatal, muncul di satu bagian tubuh atau menyebar ke bagian lainnya. Berbeda dengan anafilaksi, yang merupakan reaksi alergi parah dan terjadi secara tiba-tiba hingga dapat menyebabkan kematian.

Dalam studi ini para peneliti melihat catatan pasien di lebih dari 500 praktek umum, antara tahun 2000 dan 2012. Penelitian ini menemukan hampir 24,000 anak-anak telah diidentifikasi berisiko Anafilaksis oleh Dokter umum dan positif menggunakan Epipen. Selama 12 tahun jumlah anak yang berisiko telah teridentifikasi oleh dokter meningkat tiga setengah kali, dan jumlah total perangkat yang digunakan melonjak di Inggris meningkat lima kali lipat (per 1000 orang setahun).

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal British Journal of General Practice, ilmuwan memberikan panduan untuk dokter tentang penggunaan optimal EpiPen. Tetapi pedoman terbaru ini merekomendasikan bahwa setiap anak harus diberikan tidak lebih dari dua perangkat. Dokter sebaiknya berdiskusi tentang pengelolaan anak-anak dengan gejala alergi serius, khususnya beberapa perangkat yang seharusnya diresepkan pada anak. Tujuannya adalah untuk mengurangi resep yang tidak perlu tanpa mengorbankan keselamatan anak.

Perangkat EpiPen membutuhkan pembaharuan setiap tahun, Dr Lavanya Diwakar menjelaskan bahwa autoinjectors adrenalin digunakan untuk mereka yang berisiko tinggi Anaphylaxis. Tapi saat ini sedang terjadi tren pemberian resep untuk menyelamatkan hidup dari epidemi Anafilaksis, metode ini hanya pemborosan. Dokter sebaiknya mengambil pendekatan hati-hati, terutama pada orang tua yang meminta perangkat tambahan ketika anak mereka berencana berpergian.

Dr Lavanya Diwakar juga mengatakan, tidak ada bukti yang menjelaskan bahwa resep pemberian beberapa perangkat akan meningkatkan keselamatan anak. Hal yang lebih penting adalah memastikan bahwa anak-anak membawa EpiPen setiap saat, dan dapat menggunakannya dengan benar dalam keadaan darurat. Disarankan kepada orang tua dan dokter agar berdiskusi yang konstruktif tentang bagaimana menghindari alergi serius dengan cara yang lebih efisien, tidak sembarangan memberikan resep tambahan untuk mengatasi epidemi Anafilaksis.

Referensi

  • Prescription rates of adrenaline auto-injectors for children in UK general practice: a retrospective cohort study. British Journal of General Practice, 2017; bjgp17X689917 DOI: 10.3399/bjgp17X689917
  • Allergic angioedema, image courtesy of Wikimedia Commons

Tidak ada komentar: