Ads Top


Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol Dicegah Saat Kehamilan

Para ilmuwan membuktikan bahwa Antioxidant Pyrroloquinoline Quinone (PQQ) dapat mencegah perkembangan penyakit hati berlemak non-alkohol pada keturunannya. Temuan ini dijelaskan setelah ilmuwan menggunakan pengujian pada tikus dan menunjukkan bahwa PQQ memiliki efek perlindungan.

Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol

Makanan berlemak tidak selalu menyebabkan hati berlemak, tetapi asupan kalori yang berlebihan dapat menyebabkan lemak menumpuk dalam hati. Diduga penyakit hati berlemak non-alkohol berkembang disebabkan oleh kadar insulin yang tinggi. Antioxidant Pyrroloquinoline Quinone (PQQ) merupakan antioksidan alami yang dapat ditemukan di dalam makanan. Biasanya ditemukan pada biji kedelai, peterseli, seledri, kiwi, pepaya, dan juga dalam air susu ibu atau ASI dengan kadar yang sangat tinggi.

Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol


Penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD) adalah penyakit hati yang paling umum ditemukan di seluruh dunia. Penyakit ini telah diderita sekitar 35 persen anak-anak obesitas di Amerika Utara, dan belum ada pengobatan yang efektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi dengan PQQ, terutama selama kehamilan dan menyusui, dapat membantu memperlambat epidemi dari penyakit hati berlemak non-alkohol pada generasi berikutnya.

Para ilmuwan menguji dengan memberi makan ibu tikus dengan diet normal atau dengan makanan tinggi lemak, gula, dan kolesterol seperti makanan gaya Barat. Kemudian memberikan subset pada tikus di setiap kelompok diet dengan PQQ tambahan dalam air minum. Keturunan mereka tetap diberikan diet yang sama dan PQQ di usia awal dewasa. Kecuali untuk satu kelompok yang tidak lagi diberikan suplementasi PQQ saat penyapihan (usia 3 minggu).

Keturunan tikus-tikus ini diberi makanan tinggi lemak, gula dan tinggi cholesterol, sehingga tubuhnya lebih berat daripada tikus yang diberi diet normal, dan pemberian PQQ tidak mengubah berat badan. Hewan yang diberi suplementasi PQQ memiliki lebih sedikit lemak dalam hati mereka bahkan sebelum lahir.

PQQ mencegah akumulasi lemak yang merusak dalam hati, meskipun konsumsi makanan berlanjut. Penemuan ini berkaitan dengan berkurangnya peradangan pada penyakit hati berlemak non-alkohol, dan hanya ditemukan pada ibu yang mengkonsumsi PQQ selama kehamilan dan menyusui.

Referensi

  • Early PQQ supplementation has persistent long-term protective effects on developmental programming of hepatic lipotoxicity and inflammation in obese mice. The FASEB Journal, 2016; DOI: 10.1096/fj.201600906R

Tidak ada komentar: