Ads Top

Pertanian Tanaman Organik Tidak Menjamin Kebutuhan Pangan

Sekarang banyak orang memilih produk pertanian tanaman organik yang menurut mereka lebih baik hasilnya. Menurut penelitian terbaru oleh UBC menyebutkan, bahwa tanaman organik tidak selalu menyehatkan, tetapi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan hasilnya tidak sebanyak pertanian konvensional.

Pertanian Tanaman Organik

Pertanian tanaman organik memang sering disebut-sebut sebagai makanan alami tanpa bahan pestisida yang berbahaya bagi kesehatan. Selain menjadi solusi kelangkaan lingkungan yang semakin kecil, juga merupakan solusi tepat untuk mengatasi pangan saat ini. Para ilmuwan meneliti dan menemukan bahwa biaya, manfaat akan bervariasi, dan sangat tergantung pada konteks pengembangan hidroponik. Penelitian ini meliputi 17 kriteria tanaman pangan organik seperti hasil, dampak perubahan iklim, mata pencaharian petani, dan dampaknya pada kesehatan konsumen.

Pertanian Tanaman Organik


Ini merupakan studi pertama kali yang secara sistematis meninjau literatur ilmiah tentang kinerja lingkungan dan sosial ekonomi pertanian tanaman organik. Ilmuwan tidak hanya menilai penelitian sebelumnya yang mendukung dan tidak setuju dengan hidroponik, tetapi juga mengidentifikasi kondisi yang menyebabkan kinerja yang baik atau buruk pada pertanian organik.

Seufert dan Ramankutty berpendapat bahwa di negara-negara seperti Kanada, dimana peraturan pestisida sangat ketat dan makanan kaya mikronutrien bermanfaat bagi kesehatan, mereka dianjurkan memilih organik. Tapi di negara berkembang dimana penggunaan pestisida tidak diatur hati-hati, dan penduduknya kurang mikronutrien, maka manfaat hidroponik bagi kesehatan konsumen dan petani mungkin jauh lebih tinggi.

Sampai saat ini, sebagian besar penelitian telah membandingkan biaya dan manfaat dari pertanian tanaman organik dan konvensional dengan ukuran yang sama, tetapi tidak memperhitungkan perbedaan dalam hasil. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa rata-rata, hasil dari pertanian organik adalah 19 sampai 25 persen lebih rendah daripada pertanian konvensional.

Menurut Seufert dan Ramankutty, banyak manfaat lingkungan pertanian organik telah mengurangi hasil lebih rendah. Sementara pertanian organik mungkin lebih bermanfaat untuk hal-hal seperti keanekaragaman hayati, petani akan membutuhkan lebih banyak tanah untuk mengembangkan jumlah makanan yang sama. Dan konversi lahan untuk pertanian merupakan kontributor utama hilangnya habitat dan perubahan iklim.

Penelitian ini membuktikan bahwa pertanian tanaman organik tidak dapat menciptakan masa depan pangan yang berkelanjutan. Pertanian organik adalah salah satu cara untuk memberikan konsumen atas pengetahuan tentang bagaimana makanan mereka dihasilkan. Karena hal itu adalah satu-satunya sistem pertanian yang diatur dalam hukum.

Menurut ilmuwan, sebaiknya berhenti berpikir bahwa pertanian tanaman organik dan konvensional sebagai dua solusi ketahanan pangan. Sebaliknya, konsumen menuntut praktik yang lebih baik pada kedua sistem sehingga dapat mencapai kebutuhan pangan dunia secara berkelanjutan.

Referensi

Tidak ada komentar: