Ads Top

Manfaat Rumput Mutiara Dan Ciri-Ciri Untuk Herbal


Tidak banyak orang yang mengetahui manfaat rumput mutiara dan ciri-ciri tanaman herbal yang dianggap super di Asia. Hedyotis, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Starviolet. Setidaknya ada 115 spesis Hedyotis, jadi kita harus mengetahui jenis apa saja yang bisa digunakan untuk herbal. Spesies yang biasa digunakan untuk herbal diantaranya Hedyotis Biflora, Hedyotis Corymbosa dan Hedyotis Diffusa. Ketiga tanaman ini tumbuh dan berkembang di Asia dan ke pulau-pulau Pasifik barat laut. 

manfaat rumput mutiara, ciri-ciri rumput mutiara

Rumput mutiara termasuk spesis Hedyostis Corymbosa, rumput liar dari Famili Rubiaceae. Nama lain tanaman ini disebut juga rumput siku-siku, daun mutiara, lidah ular, ataupun Katepan. Biasanya rumput ini berkembang subur di tanah yang lembab, bisa juga Anda temukan di kebun yang basah ataupun halaman rumah. Bahkan tidak jarang kita temukan rumput mutiara di pinggir jalan dan selokan. 

Manfaat Rumput Mutiara


Menurut ilmu pengobatan tradisional tentang manfaat rumput mutiara, setidaknya lebih dari 20 spesies Hedyotis telah digunakan untuk pengobatan penyakit. Saat ini yang paling populer digunakan dalam pengobatan herbal adalah Hedyotis Diffusa dan Hedyotis Corymbosa. 
Kedua jenis tanaman ini telah lama digunakan dalam beberapa pengobatan China, seperti Bai hua she she cao, Peh hue juwa chi cao, dan sirup Feibao. Masyarakat China telah mengenalnya sebagai obat ampuh untuk menuntaskan kanker, infeksi dan penyakit lainnya. 

Menurut ilmuawan, spesis Hedyotis Biflora merupakan tanaman herba tahunan yang biasa digunakan untuk mengobati nyeri tubuh pada demam dan malaria. Tanaman ini termasuk dalam superfamili Cyclotide, merupakan senyawa bersifat pertahanan alami yang mampu membunuh bakteri. Termasuk bakteri E.Coli, S.Salivarius, S.Aureus, P.Aeruginosa, B.Cereus, dan bakteri B.Megaterium. Kemampuan Cyclotides cenderung melakukan tindakan Antimikroba, sehingga menyebabkan kematian sel bakteri. 

Ciri-Ciri Tanaman Rumput Mutiara


Sejarah nama Hedyotis diberikan oleh Linnaeus pada tahun 1753 pada Species Plantarum. Nama generik ini berasal dari dua kata Yunani yang mengacu pada daun berwajah manis dan berbentuk telinga dari beberapa spesies tanaman liar. Hedyotis pernah didefinisikan oleh beberapa penulis, tetapi sekarang dibatasi dan termasuk kelompok monofiletik yang berhubungan dengan Agathisanthemum.

Sebelum menggunakan manfaat rumput mutiara untuk herbal, berikut ini ciri-ciri rumput mutiara yang bisa digunakan untuk pengobatan:
  1. Rumput mutiara tumbuh rindang berserak, dan tanaman ini tidak kokoh. 
  2. Tinggi tanaman antara 15 hingga 50 cm, berkembang subur pada tanah lembab yang berada disisi jalan, pinggir selokan, dan mempunyai banyak cabang. 
  3. Ciri-ciri batang tanaman berbentuk segi, daun saling berhadapan dan bersilang, sementara tangkal daun pendek atau hampir duduk. 
  4. Panjang daun tanaman antara 2 hingga 5 cm, ujung daun meruncing, terdapat satu tulang daun berada ditengah dan ujung daun mempunyai rambut yang pendek. 
  5. Ciri-ciri bunga tanaman mengarah ke luar dari ketiak daun, bentuknya seperti payung berwarna putih. Terdiri dari bunga majemuk 2 hingga 5 kuntum, tangkai bunga induk keras seperti kawat dan panjangnya 5 hingga 10 mm. Dan ujung buah tampak pecah-pecah.

Lebih dari 50 senyawa baru telah ditemukan dari berbagai jenis Hedyotis sejak tahun 1933. Semua senyawa ini memiliki struktur yang sangat berbeda, diantaranya Alkaloid, Antrakuinon, Flavonoid, Iridoid, Triterpenoid, Sterol, dan Lignan. Senyawa tersebut merupakan nilai penting dalam pengolahan herbal untuk mendapatkan manfaat rumput mutiara secara maksimal.

Referensi

  • Mabberley's Plant-Book third edition, by David J.Mabberley, 2008 
  • Optimal Oxidative Folding of the Novel Antimicrobial Cyclotide from Hedyotis biflora Requires High Alcohol Concentrations. By Wong CTT, Taichi M, Nishio H, Nishiuchi Y, Tam JP. Biochemistry (Mosc) 2011, 50(33):7275-7283.
  • Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), publish by CCRC-UGM Farmasi.
  • Hedyotis corymbosa, image courtesy of Wikimedia Commons.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.