Ads Top

Manfaat Tempuh Wiyang, Antibiotik Untuk Infeksi Luar Dalam


Apakah Anda pernah mendengar manfaat Tempuh Wiyang atau Temu Wiyang? Bahasa latin tanaman ini disebut Emilia Sonchifolia L., bahasa Inggris disebut Lilac Tasselflower atau Cupid's Shaving Brush. Tanaman ini juga mempunyai berbagai sebutan daerah daintaranya: Jonghe, Jombang, Kemondelan, Dalgiu, Centongan, Tespog, Serubung Gelang. Ada juga yang menyebutnya Minyawon, Ketiu, Jawi rawa, Sarap atau Sundilan. Di wilayah Indonesia Timur disebut Kaho mahiri, Gafu saru, Delo-delo, Linrapa dan Halmah.

Manfaat Tempuh Wiyang

Tempuh wiyang telah digunakan sebagai campuran anti racun dan anti biotik pada industri farmasi. Tanaman ini tumbuh liar di Cina, Asia Tenggara, kemudian tersebar luar hingga ke Afrika, Australia, dan Amerika. Tempuh wiyang termasuk dalam kategori tanaman gulma, semak yang sering tumbuh bersama rumput mutiara, pegagan, kirinyuh dan dandotan. Tanaman ini dapat ditemui di tepi jalan, perkebunan, pinggir sawah, bahkan di belakang dan depan rumah Anda. Saat ini, tidak banyak orang yang mengetahui manfaat tanaman ini sebagai herbal tradisional yang telah digunakan di Asia. 

Manfaat Tempuh Wiyang


Manfaat tempuh wiyang adalah sebagai ramuan obat di Cina yang disebut Ye xia Hong. Juga termasuk salah satu diantara "Sepuluh Bunga Suci" negara bagian Kerala di India, yang disebut sebagai Dasapushpam. Sementara di negara Vietnam, tempuh wiyang telah digunakan untuk pengobatan demam. Juga sebagai antibiotik sakit tenggorokan, diare, eksim dan sebagai penangkal untuk gigitan ular. 

Masih banyak manfaat tempuh wiyang yang tidak kita ketahui, diantaranya juga bisa mengobati flu, infeksi saluran napas, mengobati radang paru-paru, infeksi akibat luka seperti cantengan jempol kaki, dan sariawan. Juga mampu mengobati bisul dan memar, liver, sakit pada telinga, peluruh air seni, dan diare. 

Manfaat Tempuh Wiyang, daun Tempuh Wiyang

Adapun ciri-ciri tanaman Tempuh wiyang bisa ditandai dengan karakter fisik sebagai berikut:
  1. Satu tanaman dapat menghasilkan beberapa kepala bunga. Batang bunga yang panjang dengan bunga yang berwarna merah muda atau keunguan.
  2. Spesis tanaman Emilia Conchifolia termasuk kedalam kategori 'ramuan abadi' yang telah digunakan sejak zaman dahulu. Tanaman ini tumbuh setinggi 40 cm dan mampu mencapai 120 centimeter. 
  3. Daun berbentuk gerigi tidak teratur atau Lyrate-Pinnatilobed. Panjang daun sekitar 10 cm, setelah tua terkadang berwarna keunguan. Daun tunggal, berbentuk segitiga memanjang, tersebar dan berkumpul rapat pada tangkai. Sementara daun bagian atas berwarna hijau dan bagian bawah berwarna agak merah keunguan.
  4. Buah umumnya keras, berbentuk garis berwarna coklat dengan panjang sekitar 4 mm.

Umumnya masyarakat di Indonesia membudidayakan tempuh wiyang untuk tanaman hias di sekitar rumah. Tetapi jika perkembangannya semakin banyak, tanaman ini dibersihkan dari pekarangan karena dianggap gulma. Sampai saat ini masih ada beberapa masyarakat yang mengkonsumsi daun Tempuh wiyang sebagai lalapan dengan rasa sedikit pahit. Manfaat tempuh wiyang untuk kesehatan telah lama diajarkan para orang tua sebagai makanan yang sehat dan untuk mencegah berbagai penyakit.

Referensi

  • Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. By Wijayakusuma, H.M Hembing, Setiawan Dalimartha. Pustaka Kartini, 1994.
  • Emilia Sonchifolia L., image courtesy of wikimedia commons.


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.