Ads Top

Cara Mengolah Alpukat Untuk Diet Dan Kulit Yang Sehat


Buah Alpukat sudah umum dan dikenal seluruh nusantara, tumbuh dikebun dan halaman rumah. Alpukat dalam bahasa latin disebut Persea Americana, anggota keluarga Lauraceae, merupakan salah satu pohon yang berasal dari Meksiko Tengah. Secara tradisi, nenek moyang kita telah mengkonsumsi alpukat seperti halnya buah yang lain. Berikut dijelaskan cara mengolah alpukat untuk diet, membuat jus alpukat untuk diet berdasarkan tradisi turun menurun.

Cara Mengolah Alpukat Untuk Diet

Pertumbuhan tanaman ini di Indonesia sangat banyak, bahkan Indonesia termasuk negara penghasil alpukat terbesar kelima didunia. Selama ini, buah alpukat telah dibudidayakan di seluruh dunia. Tanaman ini tumbuh subur di iklim tropis, termasuk Indonesia dan Amerika Tengah. Ciri khas buah alpukat terlihat dari kulitnya berwarna hijau seperti buah pir, ada pula berbentuk telur dan bulat. Buah alpukat umumnya akan masak setelah panen, dan kemudian akan berwarna cokelat gelap.

Cara Mengolah Alpukat Untuk Diet


Sebelum jus atau olahan buah dikenal, para orang tua terdahulu memaksimalkan manfaat makan alpukat tanpa campuran. Sangat jelas terlihat, tubuh mereka sehat hampir tidak ada penyakit kronis seperti kanker. Dan sebenarnya ini termasuk salah satu cara mengolah alpukat untuk diet orang tua terdahulu. Disajikan berupa irisan kecil sebagai hidangan pencuci mulut ataupun santapan biasa tanpa campuran. Berikut kandungan nutrisi yang terdapat dalam buah alpukat:
  1. Menurut data nutrisi USDA, setiap 100 gram buah alpukat kaya akan vitamin B dan vitamin K, mengandung vitamin C, vitamin E, dan potassium. 
  2. Buah alpukat juga mengandung fitosterol dan karotenoid, diantaranya lutein dan zeaxanthin. 
  3. Sekitar 67 persen energi alpukat berasal dari lemak lemak tak jenuh tunggal sebagai asam oleat. Lemak dominan lainnya adalah asam palmitat dan asam linoleat. 
  4. Kandungan lemak jenuh sekitar 14 persen berupa asam palmitat, dan 6 persen palmitoleic.

Saat ini manfaat buah alpukat telah digunakan untuk beragam campuran makanan, produk kosmetik dan sabun. Cara mengolah dan membuat jus alpukat untuk diet tidak berdampak baik untuk semua orang. Ada beberapa orang yang memiliki reaksi alergi terhadap buah alpukat (sindrom latex-fruit). Gejala yang dialami meliputi sakit perut dan muntah, urtikaria umum, terkadang dapat mengancam jiwa.

Menurut sebuah studi, orang yang memakan buah alpukat memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik. Hasil penelitian diantaranya: 
  1. Berpengaruh pada tingkat gizi dan penurunan risiko sindrom metabolik. Diet selama tujuh hari dengan memakan buah alpukat dapat menurunkan kadar kolesterol darah. 
  2. Penurunan kadar kolesterol serum sebesar 17 persen pada penderita hiperkolesterolemia ringan. Penurunan 22 persen tingkat LDL dan Trigliserida, dan peningkatan kadar HDL 11 persen. 
  3. Penelitian terhadap pasien obesitas dengan diet lemak sedang, konsumsi 136 gram buah alpukat per hari selama 5 minggu akan mengurangi kadar LDL. Hal ini disebabkan oleh kombinasi monounsaturated fat, serat makanan dan fitosterol, beta-sitosterol, yang terdapat dalam alpukat.

Lalu, bagaimana cara mengolah alpukat untuk diet yang sehat agar mendapatkan manfaat diatas? Umumnya orang mengkonsumsi buah alpukat berupa jus yang dicampur dengan pemanis, seperti gula dan susu. Padahal kedua bahan ini dapat meningkatkan kadar kolestrol buruk dan menyebabkan obesitas. Tidak seperti yang dilakukan orang tua kita terdahulu, memakannya berupa irisan tanpa campuran bahan lain.

Untuk hasil yang lebih baik, cara mengolah alpukat untuk diet tidak menggunakan gula dan susu, dan campuran lainnya. Sebaiknya hindari mencampur dengan buah ataupun sayuran lain, walaupun terkesan lebih alami. Karena kandungan setiap buah dan sayur berbeda, dan reaksi kimia dari campuran memiliki efek yang berbeda. 

Jika ingin memiliki tubuh sehat seperti orang tua kita terdahulu, bekulit halus dan ramping, hindari campuran kedalam jus. Lebih praktis mengupas kulitnya kemudian memotong buah alpukat menjadi irisan kecil.

Referensi



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.