Ads Top


Kandungan Kimia Akar Wangi, Minyak Atsiri Obat Tradisional

Tanaman akar wangi termasuk serai wangi, rumput akar wangi, Chrysopogon Zizanioides Syn. Bahasa latin disebut juga Vetiveria Zizanioides atau Andropogon Zizanioides. Akar wangi termasuk sejenis rumput yang berasal dari India dan dapat tumbuh sepanjang tahun. Sejak dahulu para orang tua telah mengenal ramuan ini, dan kandungan kimia akar wangi telah digunakan dalam industri. Ciri-ciri tanaman, morfologi akar wangi telah dijelaskan pada artikel sebelumnya.

Kandungan Kimia Akar Wangi, Minyak Atsiri Obat Tradisional

Kandungan kimia akar wangi telah lama digunakan untuk pembuatan berbagai obat dan parfum. Minyak esensial tanaman ini langsung disuling dari akarnya. Orang Prancis menyebutnya Vetyver, dimana produksi dari seluruh dunia saat ini diperkirakan mencapai 250 ton per tahun. Dan umumnya kandungan kimia akar wangi 90 persen telah digunakan untuk pembuatan parfum. Begitupula dalam pengobatan herbal tradisional di Asia, yang telah lama dikenal sebagai komoditas unggulan.

Kandungan Kimia Akar Wangi


Kandungan kimia akar wangi terlihat jelas dari warna coklat tua, agak pekat, dan baunya khas. Minyak berkualitas diperoleh dari akar berumur 18 hingga 24 bulan. Para petani memanen tanaman, memisahkan akar dari batang dan kemudian dibersihkan. Sebelum distilasi, akar wangi dipotong dan direndam dalam air, proses ini bisa memakan waktu hingga 24 jam. Kemudian dilanjutkan dengan memisahkan minyak esensial dan hidrosol, dimana minyak dilepaskan dan dibiarkan menua selama beberapa bulan. Hal ini dilakukan untuk mencegah beberapa hal yang tidak diinginkan terbentuk selama distilasi. 

Kandungan Kimia Akar Wangi

Minyak akar wangi berkembang dan semakin bagus seiring bertambahnya usia. Karakteristik minyak bervariasi, tergantung tergantung iklim dan kondisi tanah. Seperti halnya minyak akar wangi di Haiti dan Reunion memiliki kualitas bunga lebih banyak dan dianggap berkualitas lebih tinggi daripada minyak dari Jawa. Di bagian utara India, minyak disuling dari akar rumput liar. Minyak ini dikenal sebagai khus atau khas, dan di India dianggap lebih unggul dari minyak yang diperoleh dari varietas budidaya. Hal ini jarang ditemukan dalam perdagangan di luar India, karena sebagian besar dikonsumsi di dalam negeri.

Minyak akar wangi termasuk minyak kompleks yang mengandung lebih dari 100 struktur kimia didalamnya. Kandungan kimia akar wangi yang umum ditemukan adalah: 
  1. Benzoic acid, asam benzoat atau rumus molekulnya C6H5COOH, adalah padatan kristal tak berwarna dan asam karboksilat aromatik sederhana.
  2. Furfural, adalah aldehid heterosiklik, dengan rumus molekul OC4H3CHO.
  3. Vetivene, campuran cair sesquiterpenes dengan rumus molekul C15H24 yang diperoleh dari minyak akar wangi.
  4. Terpinen-4-ol, adalah terpena dengan berat molekul molekul 154.25 g·mol-1 dan rumus molekul C10H18O. Senyawa ini memiliki efek antibakteri dan antijamur.
  5. Khusimene, dengan rumus molekul C15H24 dan berat molecular 204.3511
  6. A-muurolene atau alpha-Muurolene, dengan rumus molekul C15H24 dan berat molecular 204.357 g/mol 
  7. Khusimone, dengan rumus molekul C14H20O dan berat molecular 204.313 g/mol
  8. Calacorene, dengan rumus molekul C15H20 dan berat molecular 200.325 g/mol
  9. ß-humulene, atau a-caryophyllene, adalah suatu sesquiterpene monosiklik alami dengan rumus molekul C15H24. 
  10. A-longipinene, atau (+)-alpha-Longipinene, dengan rumus molekul C15H24 dan berat molecular 204.357 g/mol
  11. Y-selinene, atau Selinene yang memiliki rumus molekul C15H24 dan telah diisolasi dari berbagai sumber tanaman.
  12. D-cadinene, atau (+)-delta-Cadinene, adalah hidrokarbon isomer yang terjadi pada berbagai macam tanaman penghasil minyak esensial. Rumus molekul C15H24 dengan massa molar 204,36 g/mol-1
  13. Valencene, adalah biosintesis dari farnesyl pyrophosphate (FPP), dihasilkan dari enzim CVS. Rumus molekul C15H24 dengan massa molar 204.36 g/mol-1
  14. Calarene,-gurjunene, atau .beta.-Gurjunene dengan rumus molekul C15H24 dan massa 204.357 g/mol
  15. A-amorphene, atau +a-Amorphene dengan rumus molekul C15H24 dan massa 204.357 g/mol
  16. Epizizanal, dihasilkan dari varietas Vetiveria Zizanioides dengan rumus molekul C15H22O dan massa 218.16706532
  17. 3-epizizanol, dihasilkan dari varietas Vetiveria Zizanioides dengan rumus molekul C15H24O dan massa molekul 220.35000
  18. Khusimol, dengan rumus molekul C15H24O
  19. Valerenol, dengan rumus molekul C15H24O dan massa molekul 220.356 g/mol
  20. Alpha-vetivone dan beta-Vetivone, dengan rumus molekul C15H22O
  21. Vetivazulene adalah turunan azulena yang diperoleh dari minyak akar wangi, sesquiterpene bicyclic dan isomer dari guaiazulene. Rumus molekul C15H18 dengan massa molar 198.31 g/mol

Kandungan kimia akar wangi diatas merupakan struktur kompleks yang umumnya terdapat dalam produk. Tanaman dan ekstrak minyak akar wangi sampai saat ini masih digunakan untuk pengobatan herbal dan tradisional di Asia. Diantaranya di India, Pakistan, Sri Lanka, seluruh kawasan Asia Tenggara dan Afrika Barat. Menurut catatab literatur Tamil kuno, penggunaan akar wangi telah digunakan untuk tujuan medis.

Referensi

  • PubChem, Open Chemistry Database, US National Library of Medicine
  • Standard Reference Data Program, National Institute of Standards and Technology (NIST).
  • Chrysopogon Zizanioides, image courtesy of wikimedia commons.

Tidak ada komentar: