Ads Top


Khasiat Akar Alang-Alang Dan Cara Mengolahnya Dengan Tepat

Tanaman alang-alang, ilalang atau lalang (Imperata Cylindrica L. Raeusch) merupakan rumput liar berdaun tajam. Gulma yang satu ini bisa ditemukan diantara lahan perkebunan dan lahan kosong yang tidak digarap. Khasiat akar alang-alang dan cara mengolahnya cukup mudah untuk membuat beberapa obat penyakit. Ciri-ciri tanaman telah dijelaskan dalam artikel morfologi tanaman alang-alang. Perkembangan ilalang sangat invasif, sehingga menyulitkan petani mengatasinya. 

Khasiat Akar Alang-Alang Dan Cara Mengolahnya

Dalam pengobatan herbal, tanaman alang-alang digunakan sebagai sumber obat ampuh. Tanaman ini berkembang biak dengan sendirinya. Setiap saat rimpang bisa saja dipanen dari tanaman yang sudah dewasa. Ciri akar yang digunakan untuk herba berwarna pucat, berasa manis dan sejuk. 

Khasiat Akar Alang-Alang


Khasiat akar alang-alang dan cara mengolahnya dapat digunakan untuk menurunkan suhu tubuh, melancarkan buang air kecil. Selain itu juga digunakan untuk menghentikan pendarahan, pendarahan pada hidung, muntah darah, gonore, hepatitis, dan pengobatan infeksi ginjal. Akar tanaman berasa manis dan bersifat sejuk, digunakan sebagai antipuretik atau penurunan panas, diuretik atau peluruh kemih, hemostatik atau menghentikan pendarahan, mengobati lambung dan usus kecil. 

Menurut studi, tanaman alang-alang mengandung senyawa mannitol, glukosa, asam malic, asam sitrat, coixol, arundoin, silindrin. Juga mengandung fernerol, simiarenol, anemonin, esin, alkali, saponin, taninin, dan polifenol. Adapun khasiat akar alang-alang diantaranya:
  1. Digunakan untuk melembutkan kulit, peluruh air seni, pembersih darah, penambah nafsu makan, menghentikan pendarahan. 
  2. Pengobatan penyakit kelamin, diantaranya kencing nanah atau gonore, kencing darah, dan raja singa. 
  3. Pengobatan penyakit ginjal, luka dan demam, tekanan darah tinggi dan penyakit syaraf. 
  4. Daun tumbuhan alang-alang dapat digunakan sebagai bahan kertas, dan pengobatan kurap
  5. Selulosa daun alang-alang mempunyai daya serap terhadap air yang sangat bagus. Sehingga dapat digunakan untuk pembuatan tablet yang bisa dicetak langsung secara manual.

Uji Klinis Dan Efek Samping Akar Alang-Alang


Dalam beberapa pengujian klinis, khasiat akar alang-alang dan cara mengolahnya telah dirasakan beberapa penderita. Diantara uji klinis tersebut sebagai berikut:
  1. Rimpang alang-alang memiliki efek diuretika, hal ini berdasarkan penelitian urin tikus jantan yang menunjukkan peningkatan konsentrasi elektrolit (Na,K,Cl). Efek antipiretik pada marmut diuji dengan pemberian ektrak akar alang-alang dengan dosis 40, 50, 60, 70 g/kg Berat Badan. 
  2. Dalam uji klinis, dosis akar alang-alang sebanyak 250 hingga 300 gr diberikan pada pagi dan sore hari, menyembuhkan 27 kasus dari 30 penderita Nefritis akut (kerusakan pada bagian glomerulus ginjal akibat infeksi kuman). Untuk penderita Nefritis kronis, herba alang-alang dapat mengurangi edema dan menurunkan tekanan darah. 
  3. Dekokta (cairan yang dibuat dengan cara mengekstraksi bahan nabati dengan pelarut air) herba rimpang sebanyak 250 gr dapat mengobati epistaksis (mimisan), hemoptisis (batuk darah), hematuri (kencing darah), menorrhagia, dan perdarahan gastrointestinal bagian atas. 
  4. Dekokta akar alang-alang juga efektif untuk pengobatan hepatitis viral akut pada 28 kasus. 

Efek samping akar alang-alang diantaranya mengalami pusing dan mual, dan peningkatan perasaan ingin buang air besar. Jika pemakaian sesuai aturan, penggunaan herba akar alang-alang tidak memiliki efek toksik. Khasiat akar alang-alang dan cara mengolahnya telah dilakukan dalam pengobatan tradisional, dan aturan pakai sangat menentukan kesembuhan penderita. 

Referensi

  • The structures of arundoin, cylindrin and fernenol: Triterpenoids of fernane and arborane groups of imperata cylindrica var. koenigii. Publish by Tetrahedron, 1968. DOI:10.1016/0040-4020(68)88023-8
  • Antibacterial Activity of Aerial Parts of Imperata cylindrica (L) Beauv. Publish by International Journal of Pharmaceutical Sciences and Drug Research 2012.
  • Imperata Cylindrica, image courtesy of wikimedia commons.

Tidak ada komentar: