Ads Top


Mengobati Penyakit Dap, Dompo, Herpes, Dari Daun Awar Awar

Penyakit Herpes, Dompo ataupun disebut penyakit Dap, merupakan infeksi yang terjadi pada saraf dan kulit sekitarnya. Cara mengobati penyakit Dap, Dompo, Herpes, dapat dilakukan dengan herba tradisional. Penyakit Dompo disebabkan oleh virus sejenis cacar air yang disebut Varisela Zoster. 

Mengobati Penyakit Dap, Dompo, Herpes,

Virus penyebab dompo berada disekitar tulang belakang, dan dapat berdiam setelah cacar air sembuh. Kemudian suatu waktu aktif kembali dan menyebabkan penyakit Herpes. Penderita yang mengalami penyakit dompo, gejala yang dialami berupa rasa panas seperti terbakar, atau seperti tertusuk benda tajam. Kadang muncul rasa gatal dan mati rasa pada kulit yang terinfeksi.

Mengobati Penyakit Dap, Dompo, Herpes


Ramuan untuk mengobati penyakit Dap, Dompo, Herpes, dari daun awar awar telah lama digunakan orang tua kita. Secara tradisional manfaat daun awar awar dapat dirasakan, menyembuhkan herpes atau dompo, sakit kepala dan rematik. Penderita dompo akan merasakan ruam yang kemudian berubah menjadi luka melepuh berisi air yang gatal, mirip seperti cacar air. dalam beberapa hari bintil berair ini akan mengering dan berubah menjadi koreng. tetapi adapula yang mengalami rasa nyeri tanpa ruam. 

Gejala umum ditandai dengan demam, sakit kepala, sangat sensitif terhadap cahaya, lelah dan tidak enak badan. Umumnya penyakit dompo atau herpes akan sembuh sendiri setelah 14 hingga 28 hari, tetapi rasa sakit terkadang tidak tertahankan. Lalu, bagaimana cara mengobati penyakit Dap, Dompo, atau Herpes?

Daun awar awar, atau dikenal dalam bahasa daerah sebagai Sirih Popar, Tagalolo, Bei, Loloyan, Ki Ciyat, Bar-abar, Tobotobo, Dausalo, Bobulutu. Dalam bahasa latin disebut Ficus Septica, merupakan semak tinggi, tumbuh tegak 1 hingga 5 meter. Berikut ciri atau morfologi tanaman awar awar: 
  1. Batang tanaman bengkok, lunak, ranting bulat silindris, berongga, dan bergetah bening. 
  2. Bentuk daun besar, sangat runcing, berdaun tunggal, bertangkai, daun berseling atau berhadapan, panjang tangkai daun 2,53 cm. 
  3. Helaian daun berbentuk bulat telur (elips) dan pangkal membulat, tepi rata. Daun tampak dari atas hijau tua mengkilat, terdapat bintik-bintik pucat. Bagian bawah daun berwarna hijau muda, terdapat tulang daun tengah dan 6 hingga 12 tulang daun samping. 
  4. Daun awar awar tumbuh liar di dataran rendah, ketinggian hingga 1200 mdpl. 
Menurut studi, daun awar awar mengandung senyawa flavonoid, sterol, dan bermanfaat sebagai sudorik, diuretik, dan emetik. Adapun ramuan untuk mengobati penyakit Dap, Dompo, Herpes, dari daun awar adalah sebagai berikut: 
  1. Sediakan daun awar awar segar secukupnya, sedikit air. 
  2. Campurkan keduanya dan tumbuk halus hingga berbentuk pasta atau salep. 
  3. Ramuan pasta ini dioleskan pada bagian kulit yang sakit, lakukan sehari tiga kali hingga sembuh.

Manfaat daun awar awar dapat menghambat pertumbuhan Bacillus Subtilis dan Escherichia Coli. Berdasarkan hasil pengujian bioautografi, 4 gram ekstrak daun awar awar dilarutkan kedalam Metanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Dan 5 gram Antofin memiliki efek sebagai antibakteri B.Subtillis, M.Flavus dan E.Coli.

Referensi

  • Moraceae, Flora Malesiana. By Berg, C.C. 2005. 
  • Herpes simplex. Pediatrics in Review, April 2009, Vol.30 DOI:10.1542/pir.30-4-119.
  • Ficus Septica, image courtesy of wikimedia commons.

Tidak ada komentar: