Ads Top


Morfologi Tanaman Alang-Alang Dan Kandungan Akar Ilalang

Alang-alang, ilalang atau lalang, bahasa latin disebut Imperata Cylindrica L. Raeusch.  Tanaman ini termasuk jenis gulma, rumput berdaun tajam yang tumbuh liar diantara lahan perkebunan. Dalam bahasa Inggris disebut sebagai Bladygrass, Cogongrass, Speargrass, Silver-spike atau Satintail. Morfologi tanaman alang-alang akan dijelaskan pada halaman ini, mengingat manfaat tanaman sangat banyak untuk digunakan sebagai herba.

Morfologi Tanaman Alang-Alang, Kandungan Akar Ilalang

Rumput alang-alang menyebar secara alami, dapat ditemukan di India, Asia timur, Asia Tenggara, Asia Utara, Mikronesia, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Perkembangan tanaman dianggap sangat invasif, sering dianggap sebagai gulma yang sangat mengganggu pertanian. Tetapi dalam pengobatan herbal, tanaman ini justru dicari karena sangat ampuh mengobati penyakit sipilis, kencing darah/nanah atau gonore.

Morfologi Tanaman Alang-Alang


Morfologi tanaman alang-alang dapat dilihat dari perkembangannya secara liar. Berikut penjelasan ciri ciri alang alang yang biasa tumbuh disekitar kebun:
  1. Tanaman jenis herba, jenis rumput yang tumbuh merayap, tinggi tanaman 30 hingga 180 cm. 
  2. Ciri batang tanaman berupa rimpang, merayap dibawah tanah, batang tanaman tegak membentuk satu perbungaan, padat dan terdapat buku/ruas berambut jarang. 
  3. Ciri daun tanaman berbentuk tunggal, pangkal daun saling menutup. Daun berupa helaian, berbentuk pita, ujung daun runcing tajam, tampak tegak dan kasar. Daun memiliki rambut jarang, panjangnya 35 hingga 80 cm dan lebarnya hingga 18 cm. 
  4. Ciri bunga berbentuk susunan majemuk, dan bulir majemuk. Bunga agak menguncup, panjangnya 6 hingga 28 cm. Setiap cabang memiliki 2 bulir, tangkai bunga burukuran 1 hingga 3 mm. Terdapat satu gluma 1, ujung bersilia, terdapat 3 sampai 6 urat. Sekam berbentuk bulat telur melebar, silia pendek berukuran 1,5 hingga 2,5 mm. 
  5. Ciri benang sari mempunyai kepala sari ukuran 2,5 hingga 3,5 mm. Berwarna putih kekuningan atau ungu. Kepala putik berbentuk bulu ayam, buah bertipe padi, dan biji berbentuk jorong dengan panjang lebih dari 1 mm.

Morfologi tanaman alang-alang ditandai dengan waktu berbunga pada Januari hingga Desember. Tanaman tumbuh pada ketinggian hingga 2700 m dpl, tumbuh subur didaerah terbuka atau setengah tertutup. Biasanya ditemui di rawa-rawa, lahan yang habis dibuka, di tepi sungai, hutan sekunder, lahan bekas terbakar, dan perkebunan. Tanaman alang-alang sangat mempengaruhi tanaman kultivasi lain karena menyerap natrium yang relatif tinggi, sehingga dianggap gulma merugikan.

Kandungan Akar Alang-Alang


Menurut pengobatan tradisional, bagian yang digunakan untuk herba adalah akar tanaman alang-alang. Berikut senyawa kimia yang terdapat dalam akar alang-alang:
  1. Arundoin, fernenol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, ßsitosterol. Skopoletin, skopolin, p-hidroksibenzaladehida, katekol. 
  2. Asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam pkumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat. 
  3. Potassium sekitar 0,75% dari berat kering, kalsium dan 5-hidroksitriptamin. 

Menurut penelitian, dan dan akar alang-alang memiliki 5 macam turunan Flavonoid, Turunan 3',4',7-Trihidroksi Flavon, turunan 2',3'-dihidroksi Kalkon, dan 6-hidroksi flavanol. Turunan flavonoid kemungkinan termasuk golongan flavon, flavonol tersubstitusi pada 3-0H. Flavanon atau isoflavon terdapat pada fraksi ekstrak yang larut dalam Etilasetat pada akar alang-alang. Pada fraksi ekstrak yang larut dalam air akar alang-alang mengandung senyawa flavon tanpa gugus OH bebas, flavon, flavonol. Dari morfologi tanaman alang-alang dan kandungan senyawa kimia didalamnya, tanaman ini sangat berguna untuk pengobatan. 

Referensi

  • Imperata cylindrica (cogon grass). Centre for Agriculture and Bioscience International (CABI). November 16, 2016.
  • The structures of arundoin, cylindrin and fernenol: Triterpenoids of fernane and arborane groups of imperata cylindrica var. koenigii. Publish by Tetrahedron, 1968. DOI:10.1016/0040-4020(68)88023-8
  • Imperata Cylindrica, image courtesy of wikimedia commons.

Tidak ada komentar: