Ads Top


Cara Menyeduh Teh Hijau Yang Benar Untuk Kesehatan

Saat ini telah banyak orang yang meminum teh hijau dengan berbagai alasan, umumnya untuk menurunkan berat badan. Tetapi banyak juga orang yang tidak mengerti bagaimana cara menyeduh teh hijau yang benar untuk kesehatan. Merendam teh terlalu lama kedalam air panas justru akan menghilangkan manfaat dan nutrisi herba. Perbedaannya hampir tidak diketuhui secara kasat mata, begitu pula rasa yang hampir tidak berbeda.

Cara Menyeduh Teh Hijau Yang Benar

Teh hijau merupakan teh yang berasal dari daun Camellia Sinensis yang belum mengalami proses pengelupasan dan oksidasi. Kedua proses ini biasanya digunakan dalam pembuatan teh Oolong dan teh hitam. Dalam sejarah, teh hijau berasal dari China dan saat ini budidaya tanaman telah tersebar ke Asia, termasuk Indonesia.

Menurut jenisnya ada beberapa varietas teh hijau yang berbeda secara substansial. Perbedaan varietas Camellia Sinensis disebabkan oleh metode, kondisi perkembangan tanaman, pengolahan daun dan waktu panen. Ketika memproses, pada umumnya orang menyeduh 2 gram teh hijau yang dimasukkan kedalam 100 ml air panas. Ataupun takaran 1 sendok teh per 150 ml air. Dan paling sering teh hijau di seduh dalam jangka waktu yang lama, atau lebih dari 15 menit. 

Begini Cara Menyeduh Teh Hijau Yang Benar


Lalu, bagaimana cara menyeduh teh hijau yang benar agar dapat menjadi herba sehat bagi Anda? Berikut ini cara menyeduh teh hijau yang benar untuk mendapatkan manfaat maksimal:
  1. Gunakan takaran dalam satuan gram (gr) untuk bahan herba, dan satuan mililiter (ml) untuk air. Tahap awal ini sering diabaikan pembuat teh hijau, kebanyakan mereka menakarnya dengan cara menduga, atau 'kira-kira'.
  2. Teh hijau yang berkualitas tinggi sebaiknya diseduh dalam jangka waktu yang pendek. Daun teh kualitas lebih rendah mungkin saja diperlukan waktu lebih lama. 
  3. Menurut buku Acuan Sediaan Herbal, suhu yang paling baik berkisar antara 61 sampai 87 derajat Celsius. Dalam kata lain menggunakan air mendidih yang dituangkan kedalam wadah. Apabila teh hijau dipanaskan, metode ini termasuk pembuatan infusa, bukan teh seduh. Keduanya memiliki manfaat yang berbeda menurut metode masing-masing.
  4. Untuk campuran, sebaiknya memisahkan penyeduhan bahan herba berbeda. Waktu optimal untuk penyeduhan daun berkisar 1 hingga 5 menit. Untuk bahan herba yang keras seperti kulit, batang dan ranting, diperlukan waktu maksimal hingga 10 menit. Hal ini tergantung dari kualitas bahan herba yang digunakan, apabila campuran herba lebih keras bisa saja memerlukan waktu yang lebih lama.
  5. Penyeduhan terlalu lama dapat menyebabkan pelepasan tanin berlebihan, teh berasa pahit (tergantung kualitas daun). Pada bahan campuran seperti batang serai, penyeduhan terlalu lama dapat menyebabkan penguapan minyak atsiri.
  6. Setelah melewati waktu maksimal penyeduhan, bahan herba berbeda dapat dicampur menjadi satu dengan perbandingan yang sama, atau sesuai resep yang dianjurkan.
  7. Untuk mendinginkan teh hijau, biarkan rendaman teh berada di dalam teko yang terbuat dari keramik atau kaca. Hindari penyeduhan dalam wadah yang terbuat dari logam, terutama alumunium. 
  8. Sebaiknya teh diminum pada saat hangat kuku, hal ini untuk menjaga rasa lebih nikmat dan mengurangi rasa pahit.
  9. Untuk teh berkualitas tinggi, ampas teh dapat digunakan 2 hingga 3 kali. Tergantung dari waktu maksimal penyeduhan, dapat ditandai dari aroma dan warna yang memudar.

Manfaat Menyeduh Teh Hijau Dengan Benar


Cara menyeduh teh hijau yang benar untuk kesehatan telah lama digunakan bangsa Asia sejak ribuan tahun lalu. Dalam sejarah, ekstrak teh hijau telah digunakan dalam pengobatan tradisional China dan India untuk pengobatan penyakit kronis. Apa saja manfaat yang akan diperoleh jika menyeduh teh hijau dengan benar? 
  1. Senyawa katekin dalam teh hijau berbentuk molekul Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) bermanfaat untuk menghambat tumor genesis pada tahap inisiasi, penyebaran dan progresi.
  2. Seduhan teh hijau terdiri dari 99,9% air, 1 kalori per 100 ml dan tidak mengandung nutrisi penting. 
  3. Mengandung phytochemicals, termasuk polifenol dan kafein. Polifenol meliputi Epigallocatechin gallate (EGCG), epicatechin gallate, epicatechins dan flavanols. EGCG bermanfaat untuk menghambat tumor genesis pada tahap inisiasi, promosi dan progresi.
  4. Mendapatkan manfaat efek biokimia seperti antioksidan, anti-carcinogen, anti-inflamasi, dan anti-radiasi. 
  5. Mendapatkan efek flavonoid, yaitu kaempferol, quercetin, dan myricetin. Kandungan myricetin jauh lebih tinggi daripada jenis herba lainnya.
  6. Selain mencegah kanker, minum teh setiap hari dapat mencegah Demensiadaun teh hijau mencegah Amiloidosis (gangguan tulang sumsum).

Kandungan Flavonoid dan Katekin rata-rata dalam secangkir teh hijau lebih tinggi daripada volume makanan dan minuman. Flavonoid dan katekin tidak memiliki efek biologis dan sudah terbukti pada manusia. Mulai dari sekarang, perhatikan cara menyeduh teh hijau yang benar, agar Anda mendapatkan manfaatnya untuk kesehatan.

Referensi

  • Acuan Sediaan Herbal, publiher Badan POM RI, 2008
  • Tea and health: studies in humans. Current pharmaceutical design. DOI:10.2174/1381612811319340008
  • Green Tea. Complementary and Alternative Medicine Guide. University of Maryland Medical Center. 3 May 2015.

Tidak ada komentar: